This all of my world. Just share what I want to sharing with you guys! Have fun and enjoy~

Sabtu, 08 Februari 2014

[FanFiction] Difficult of Us Part 1

Annyeonghaseyo chingudeul^^ I have been so long time not upload a new FF. Because I will doing my final exam in this March or April :( Finally I'll go to Collage!! Hehehe Wish me Luck guys^^ And now I bring the new one. The tittle is 'DIFFICULT OF US'. I hope you guys will like this FF, and sorry if you found the wrong spelling or word in here (typo). I just a human so it'll never be perfect :( And don't forget to leave a comment or share this FF kkk~ I love you guys!! Lets enjoy this mine~
Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Friendship and Sad Romance
Language : Bahasa (Indonesian), A little bit of korean
Cast : Sooyoung SNSD (main cast), Kyuhyun Super Junior, Seohyun SNSD and others you can found :p
SooKyu-Super Generation-Sooyoung Kyuhyun
Aku merapikan seluruh buku pelajaran hari ini dan memasukkannya ke dalam tas. Lelah. Seharian mengikuti pelajaran di sekolah sangatlah melelahkan. Tapi, entah mengapa setiap kali liburan pasti akan terasa sangat membosankan. Hmm begitulah hidup, tidak pernah ada yang seperti apa yang kita inginkan.
"Choi Sooyoung!" Seseorang menepuk pundakku, "Apa yang kau pikirkan?"
"Aah ani. Aku tidak memikirkan apapun" Aku tersenyum gugup dan segera berdiri
"Sedari tadi aku sudah berdiri di sampingmu tapi kau tidak menyadari kehadiranku! Apa namanya jika bukan melamun?" Ia mulai menjitak kepala ku seperti biasanya
"Yak!! Appo! Kau selalu memukul kepalaku, kau pikir kepalaku ini apa eoh?" Ia tertawa melihatku yang marah seraya mengelus kepalaku. Brukk! "Ah! Apa lagi ini? kenapa kau berhenti tib-"

Ia menutup mulutku dan menunjuk ke satu arah yang sedari tadi mengunci pandangannya. Aku mengikuti arah pandangnya. Ah, yeoja itu lagi rupanya. Aku melepaskan tangannya yang menutup mulutku. Yeoja itu sedang tertawa bersama teman-temannya yang terkenal tentunya.
"Sampai kapan kau akan terus melihatnya seperti ini?" Aku menyandarkan punggungku pada dinding di belakangnya
"Hah? Mwo?" Ia segera membalikkan badannya ke arahku
"Toh ia mengenalmu, dan ini tidak sulit karena kau juga terkenalkan?"
"Yaa tapi, kau tahu aku baru saja putus dengan Lee Su Jin" Ia bersandar pada dinding di sebelahku
"Hmm aku lupa jika kau terkenal playboy. Ck, Nappeun namja" Aku berpura-pura menggelengkan kepalaku
"Apa kau bilang?" Ia membulatkan matanya kesal
"Sudah ayo pulang" Aku berjalan mendahuluinya

"Sooyoung, tapi kali ini aku serius. Aku tidak memperdulikan penampilannya, kau lihat sendiri kan? Ia tidak seperti yeoja chinguku sebelumnya. Badannya tidak seramping dan seseksi mereka, wajahnya juga. Entah mengapa kali ini aku merasa serius"
"Hm? Lalu? Apa kau pikir ia akan dengan mudah mempercayai namja yang ber-reputasi buruk?" Aku segera menaiki motorku
"Aku akan membuatnya percaya!" Ia berdiri menghalangi motorku
"Ya terserah kau saja!"
"Tapi kau harus membantuku" Ia mulai memohon
"Yaaak!! Tuan Cho! Segera menyingkir, aku lelah. jangan sampai kau tabrak kau" Aku berbicara sinis padanya. Ia melihatku kesal dan segera menyingkir. Dasar namja Babo!
***
Cho Kyuhyun. Dia sahabatku. Laki-laki tampan dengan prestasi buruk dipundaknya. Aku mengenalnya sejak kelas 1 di Junior High School. Ia pintar dalam pelajaran, terutama Matematika, Fisika, dan pelajaran menghitung lainnya. Tapi soal kemampuan berbahasa? Jangan ditanya! Dia sangat payah. Semua orang berkata aku beruntung dekat dengannya, hmm padahal tidak seperti itu.

Kami semakin dekat saat sekelas pada tingkat 2 di Senior High School. Ia mulai bercerita tentang kekasihnya yang sangat banyak (aku pun lupa namanya). Sebenarnya ia tidak pernah memacari 2 yeoja sekaligus. Hanya saja saat ia baru putus dengan pacaranya, ia akan dengan segera mendapatkan gantinya. Ayahnya seorang tentara yang jarang berada di rumah. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang sangat lembut dan cantik. Kakaknya perempuan dan seorang perawat.

Dan sekarang, aku harus membantunya untuk dekat dengan seorang yeoja. yang sesungguhnya jauh dari tipe yeoja chingunya yang sebelumnya. Entah apa yang membuatnya begitu menginginkan yeoja ini. Semoga saja kali ini ia akan benar-benar berubah.
***
Aku menyimpan tasku di loker dan segera berjalan ke arah perpustakaan. Tidak jauh dariku, aku melihat Kang Eun Jung teman semeja ku dengan yeoja itu. Ya mereka memang satu geng. Sahabat. Ia melihat dan memanggilku seraya melambaikan tangannya.
"Annyeong Sooyoung-a" ujarnya ramah. ia cantik dan tinggi, berbeda denganku
"Annyeong Eun jung-a, annyeong Seohyun-ssi" Aku tersenyum kaku
"Annyeong" ia mengangguk dan terdiam
"Kau mau kemana?" Eun Jung bertanya
"Perpustakaan. Ada sesuatu yang harus aku cari. Hm, aku permisi dulu ne?" Aku segera berlalu meninggalkan mereka ke perpustakaan.

"Apa yang kau bicarakan dengan mereka?" Ah! Manusia ini selalu saja muncul sesuka hatinya!
"Hanya menyapa" aku mengambil sebuah buku tentang teori evolusi dan duduk di bangku yang berada di ujung ruangan
"Hm.. Sooyoung-a, aku sudah berhasil mengiriminya pesan. kami sudah mulai mengobrol" ia tersenyum lebar
"oh ya? Kabar baik" Aku ikut tersenyum dan menatapnya
"Ige, kau baca ini" ia menunjukkan beberapa pesannya dengan Seohyun. Ia terlihat sangat bangga.
"Heh! Dasar manusia Babo! Ini namanya monolog! Kau yang berbicara panjang lebar, sedangkan dia hanya menjawab 'oh', 'ne', 'ani' apa itu?" aku mengembalikan ponselnya

"Setidaknya ia mulai membalas pesanku kan?" ia tetap tersenyum. Aku kembali membaca buku yang tadi kuambil saat ia juga mulai bercerita tentang apa yang ia bicarakan dengan yeoja itu. Baiklah, ini mulai menyebalkan
***
Hari demi hari telah berlalu, bulan telah berganti. Kini aku mulai merapatkan coat-ku. Ya, musim dingin sudah tiba. Angin sejuk yang membuatku semakin kedinginan mulai menerpa wajahku. Tahun ini, adalah tahun pertama aku menyapa musim dingin sendirian. Biasanya awal Desember kami selalu bersama berkeliling Seoul. ya, ia mulai sangat dekat dengan Seohyun, walaupun Seohyun tetap bersikap sewajarnya dan tetap membalas pesannya dengan singkat.

Aku mulai tersenyum saat mengingat tingkahnya saat pertama kalinya Seohyun tidak menggunakan kata formal. Sepertinya ia akan bahagia dengan yeoja itu. Ah, tapi tidak juga. Sahabat-sahabat Seohyun tidak terlalu mendukung hubungan mereka yang kerap semakin dekat. Terutama Eun jung. Ia dan Kyuhyun semakin sering bertengkar jika sudah membahas masalah ini. dan akulah penengahnya.

Aku yang berada ditengah dengan posisi serba salah. Keduanya sahabatku dan aku tidak mungkin memihak. Aku senang jika mereka senang. Keduanya menceritakan semua maslaah mereka padaku. Keduanya dekat dengan keluargaku, walaupun Eun Jung tidak sedekat Kyuhyun. Hm, baiklah ke topik utama. Dan disinilah sekarang aku berada. Di pinggir sungai Han sendirian.
***
"Ani! Kau nappeun! Tidak cocok dengannya! Aku tidak akan pernah menyetujuinya!" Eun Jung berkata kesal dan tertahan
"Tunggu, memang kau pikir kau siapa? Dia saja mau dekat denganku kan?"
"Tapi dia tidak mengenal siapa kau! Dulu, kau juga pernah bilang jika kau tidak akan pernah menjadi pacarnya kan?"
"Kapan? Aku tidak pernah bicara seperti itu!" Kyuhyun menggeleng
"Hey sudah! Ini rumahku! Jangan bikin keributan disini!" aku menengahi mereka, "Pergilah kalian berdua"

"Mianhae" Kyuhyun terdiam
"Hm, Sooyoung-a, ayo kita pergi. Pergi bersama, untuk menyelesaikan masalah ini" Eun Jung menatapku memohon
"Kenapa harus?"
"Kami membutuhkan sebagai penengah" Kyuhyun mulai memohon
"Ani, aku tidak mau! Shireo!" Aku menggeleng. Dan mereka terus memaksaku hingga akhirnya aku terpaksa mengikuti kemauan mereka berdua

Dan disini lah kami sekarang, sebuah cafe yang terkenal dikalangan kaum remaja. Jujur aku belum pernah pergi bersama teman ke tempat seperti ini. ya, aku memang anak rumahan. Eun Jung berjalan ke meja pemesanan untuk memesankan makanan kami. Kyuhyun duduk dihadapnku dan mulai berceloteh kembali.
"Sooyoung-a, bacalah ini. Percakapanku dengannya tadi malam" aku mulai membaca pesan-pesan yang tertera pada layar Blackberry nya. Dan mendengarkannya bercerita tentang ayahku.
"aah, aku beruntung bertemu dengan ayahmu. Ia orang hebat! Semoga kelak aku akan menjadi sepertinya!" Entah mengapa aku tertawa mendengar ia memuji Appa.

Dan saat Eun Jung kembali aku tetap memegang ponsel Kyuhyun dan membacanya. Eun Jung mulai makan dalam diam
"Kau membayarnya?" aku bertanya pada Eun Jung
"iya, kau gantikan nanti saja"

Kami mulai bercerita panjang lebar dan belum menyentuh ke arah percakapan utama. Dan tiba-tiba, Kyuhyun mulai terlihat kikuk. Aku segera melihat ke belakangku.Ya, yeoja itu datang. Entah mengapa aku mulai kesal. Aku tidak suka. Kenapa mereka tidak memberi tahu ku? kalau memang mereka mengundang dia, seharusnya mereka tak perlu mengajakku. Karena seharusnya mereka tau kalau aku tidak terlalu dekat dengan Seohyun. Lagipula, mereka juga tau kalau aku tidak semudah itu dekat dengan orang lain.

"Hey! Sudah lamakah?" Ia tersenyum dan duduk di sebelah Kyuhyun yang diam kikuk
"Iya begitulah, kau mau makan apa?" Eun Jung menawarkan dan tersenyum
"Hmm aku tidak ingin makanan di tempat ini. Ah, Eun Jung-a bisakah kau antar aku kesana?" Aku melihat dari ujung mataku jika Kyuhyun terus menatap yeoja itu. Dan aku benci jika hanya terdiam.
"ah ne, kajja" Eun Jung berdiri dan berjalan bersama Seohyun menuju Cafe sebelah

Aku terdiam, Kyuhyun juga terdiam. Aku melihatnya yang sedang menatapku.
"Hhh..." Helaan nafasku terdengar keras
"Waeyo?" Tanyanya
"Anieyo, gwaenchana. hanya sedang tidak bisa berbicara" Ujarku ketus. Entah apa yang membuatku begini. Aku kesal, mengapa mereka mengajakku? Bukankah sekarang aku lebih baik berada dirumah?

Tidak lama mereka berdua kembali, dengan membawa makanan milik Seohyun. Ia mulai membuka makanannya sambil berbincang dengan Eun Jung. Sedangkan, aku dan Kyuhyun lebih banyak terdiam. Kyuhyun terdiam karena sibuk memperhatikan Seohyun, sedangkan aku terdiam tidak tau haru memulai dari mana. Aku berpura-pura sibuk pada layar ponselku. Dan Seohyun mulai makan dengan tetap berbincang bincang.

"Ini, makanlah" Kyuhyun mendorong piring kentang goreng mendekatiku. Aku tanpa ragu segera memakan kentang goreng satu persatu dengan kesal. Dan tak lama, Prang!!
"Aaah!" Cola milik Seohyun tumpah dan membasahi semuanya. Dengan cepat Kyuhyun mengangkat gelas itu dan membantu Seohyun.
"Seo? Gwaenchana?" Eun Jung mulai panik dan membantu Seohyun yang tertawa lebar
"hahaha mian mian aku merepotkan" Hah? kekanakan sekali dia! Bisa-bisanya ia malah tertawa seperti itu. Aku segera mengambilkan tisu di meja pelayan dan memberikannya pada Kyuhyun. Dan seterusnya ia hanya menyuruh-nyuruhku layaknya pembantu.

"Eotte? Bagaimana ini?" Eun Jung mulai berisik dan panik lagi
"Hmm, temani aku beli celana, eotte?" Seohyun menatap Eun Jung bingung
Wanita macam apa lagi dia? hanya karena terkena Cola ia langsung ingin membeli celana? oh ya tuhan! Mendadak semuanya sibuk dengan Seohyun dan tingkahnya. Dunia seperti berputar padanya. dan akhirnya, aku dan Kyuhyun harus mengikuti Eun Jung dan Seohyun yang mulai berkeliling Mall untuk mencari celana yang pas untuknya.

Kami kini berada sekitar 2 meter dibelakang mereka. Aku hanya terus bersama Kyuhyun. kami berdua layaknya seorang supir dan pembantu yang mengikuti kemanapun mereka pergi. "Mianhae"
"Ne?" Aku menengok ke arah Kyuhyun yang sedang menatap Seohyun
"Mian, aku yang mengajaknya. Dan aku lupa memberi tahu mu. Mianhae" Aku hanya mengangguk. Terlambat!

"Kyu!! Ayo kita pulang!" Eun Jung memanggil Kyuhyun
"Lalu bagaimana dengan Sooyoung?"
"Aah Gwaenchana, Kyu. Aku bisa pulang sendiri. Pulanglah" Aku tersenyum kesal
"Ani. Kita kesini bersama kan? Aku akan menunggumu pulang. lagipula kau tidak membawa motor kan? Ini sudah malam" Aku terdiam, ia mulai mengkhawatirkan ku lagi
"Aaah, Aku akan melepon ayahku, jadi tenanglah" Aku mulai menghubungi ayahku

Kami mulai berkeliling Mall dengan langkah tidak pasti. Ia kembali menemaniku seraya bercerita. Tentang lollipo, sepatu olahraga, dan lainnya. Hingga ayah datang menjemputku.
"Ah, Appa!!!" Aku berlari keluar toko sepatu olahraga
"Ahjussi, anyyeonghaseyo" Kyuhyun membungkuk sopan diikuti Eun Jung dan Seohyun
"Nah sekarang kalian bisa pulang"
***
Aku mengehentak kakiku kesal. Kemana dia? Janji akan datang sekitar jam 8 tapi hingga kini ia tak kunjung datang
"Sooyoung-a. Mianhae, aku terlambat"
"Hmm. Ini kertasnya" Aku menyodorkan setumpuk kertas, dan ia segera melihat hasil karyaku satu-persatu
"Aaaa Bagus! Hm, kau belum mandi?" Ia menatapku geli
"bagaimana aku bisa mandi? Ini karena kau!" Aku mengerucutkan bibirku kesal, "Cepat selesaikan ini! Agar aku dapat pergi mandi"
Ia tertawa dan segera mengangguk, "iya iya maafkan aku. Hmm disana bagaimana?"
"Terserah kau lah!" Ucapku datar seraya berjalan mengikutinya

Kami akan membuat sebuah video ucapan selamat Ulang tahun untuk Seohyun. Ya itu rencananya dan aku membantunya karena ia memohon padaku. Entah mengapa aku selalu saja mau melakukan apapun yang ia minta. Ia terlalu baik padaku. Tidak berapa lama video itu selesai kami buat. Dan ia pun segera pulang meninggalkanku. Hm, tanpa kusadari, ini adalah awal dari segalanya.
***
Banyak canda tawa yang mulai terlewatkan. Mulai banyak waktu yang terlewati. Setahun, dan mereka semakin dekat. Setahun yang lalu, semua masih berjalan biasa saja. Semenjak aku membantunya, semua berubah. Ia mulai jarang berbincang denganku. Ia mulai bisa meninggalkanku. Ya, aku mulai kesepian. Entah kenapa setiap ada kesempatan bersama, kami habiskan hanya untuk bertengkar hal sepele.

Semakin tinggi. Semakin tinggi tembok itu. Semakin luas. Semakin luas jarak itu. Kami menjauh. Dan pada saat titik dimana mereka bersatu, saat itulah aku terurai. Ya, perasaan kesepian, gembira, sedih, kesal, dan amarahku mulai beralasan. Aku ingin kembali mendengar celotehnya. Aku ingin kembali mendengar tawanya. aku ingin kembali merasakan sakitnya pukulan ringannya.

Kami mulai mejadi teman... Biasa. Ia tak lagi bercerita. Tapi ia tetap sama. Masih mendengarkan setiap apa yang kusuruh. Dan masih mengidolakan ayahku. Tak terasa ini adalah tingkat terakhir kami. Dan hari ini, aku melihatnya lagi-lagi bersama gadisnya. Sakit? Mungkin. Kesal? Sedikit. Iri? Hmm entahlah. Aku hanya ingin kembali pulang bersamanya dan berjalan bersamanya.

Kini ia selalu membawakan tas Seohyun. Bukan itu! Aku membantunya bukan untuk itu!.Melihatnya seperti itu semakin membuatku terluka. semakin membuat hatiku menjerit
"Kyuhyun-a! Percuma! Percuma kau pintar Fisika, Matematika dan Kimia jika akhirnya kau hanya menjadi budaknya!" Aku berkata lantang padanya. Perih. Aku menahan sakitnya sekarang. Ia memukul bahuku pelan
"Yak! Apa yang kau katakan?" Aku tau ini bercanda. Tapi saat ia pergi menjauhiku, rasanya seperti tak akan kembali

Tapi semua masih terbukti. Saat esok hari, ia tak lagi membawakan tas Seohyun. Ia masih mendengarkanku. ia masih menganggapku. Entah apa yang harus aku ekspresikan. Tersenyum kah?
***
Semuanya belum tergambar jelas. Dan aku masih tetap menikmati hari-hari tanpa ataupun ada dirinya. Dan kali ini, kami menjadi panitia untuk sebuah acara. Yang mengharuskan kami bersama selama 3 hari 2 malam. Senang? Tentu! Ini adalah saat dimana ia akan selalu bersamaku tanpa ada Seohyun

Hari pertama, ia sangat memperhatikanku. Selalu mengingatkanku makan, bercanda dan terus seperti itu. Selalu mengikutiku. Menjagaku. Banyak orang mengira kami adalah sepasang kekasih. Hm, aku tidak heran. karena memang kami lebih sering terlihat bersama. Ia terlihat tidak senang saat Lee Eun Kwang mengajak ku berbincang
"uhuk!!" ia tiba-tiba berdiri di belakangku, "Ayo kita kesana. Sepertinya disana lebih membutuhkan kita" ia menarik lenganku pelan

Ia mulai membuatku bingung. Sikapnya tidak seperti biasanya, dan aku mulai merasa takut dengan hal ini. Yang mulai semua orang tanyakan tentang kami
"Sooyoung-a, ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami?" tanya Shin Ae menyelidik
"Hah? Mwoya? Eobseo!"
"Humm jeongmal? Hubungan mu dengan Kyuhyun?" Ah Yeon ikut medesakku
"Anieyo! Tidak ada apa-apa diantara kami. Memang ada apa?" Tanyaku kesal
"Hummm kami kira kalian ada sesuatu" Ah Yeon terlihat kecewa
"Kalian terlihat sangat dekat. Walaupun kami tau dia juga dekat dengan Seohyun. tapi saat bersamamu, mata dan senyumnya sangat berbeda" Shin Ae berkomentar
"Iya! Kalian terlihat seperti sepasang kekasih yang saling mencintai" Ah Yeon tersenyum
"Ah tidak seperti itu" Aku menunduk
"Tapi ia terlihat sangat bahagia saat bersamamu" Ah Yeon menambahkan lagi

Hmm apa memang begitu? lalu apa ini? Apa perasaan ini? Apa iya? Aku menyukainya? iya kah?
-TO BE CONTINUED-

Well, the first I won't make it a sequel. But... I can't!!! T.T so sorry, but I promise to make the next part as soon as I can :) So just waiting okey? And hope you like it!! ^^
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© 내 세상 이야기 My World, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena