This all of my world. Just share what I want to sharing with you guys! Have fun and enjoy~

Senin, 16 Desember 2013

[FanFiction] My Beautifull Place Part 3

Annyeonghaseyo^^I'm here~ Sorry for so late uploading. Because I have a lot of task in my school so This is the Part 3 hehe.. Hmm, Who excited with this part? I just hope you guys will like and enjoy my FF^^ You can give me a req FF like who the next main character :) Just Leave a comment to give me request~ Oke, Now.. Happy reading guys~ <3

Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romance
Language : Indonesian (bahasa), a little bit of Korean, English
Cast : Jessica SNSD, Kris EXO, SNSD's members and other cast~
Krissica-Kris and Jessica-EXOshidae

Aku mengikutinya dalam diam. Kenapa aku harus mengikutinya? Tapi aku tidak  bisa berhenti mengikutinya. Ah, bagaimana jika ternyata dia orang jahat? Ah, Andwae!!!
"Dimana Kau menginap?" Ujarnya menatapku dingin
"Shangri-La Hotel Paris" Aku menatapnya kaku, Ia hanya mengangguk dan segera menaiki sebuah motor sport berwarna putih. Ia memakai helmnya dan menunjuk bangku motor belakangnya menyuruhku untuk naik, "Hah? Disitu?"

Ia mengangguk mantap, "Wae? Kau tidak mau?" Aku menggeleng ragu dan menutup wajahku sedikit karena mulai banyak orang yang melihat ke arahku. Aku segera menaiki motor itu dan tepat saat Kris menjalankan mobilnya. Seorang gadis berteriak histeris, "Oh my GOD!! Jessica? Oh Jessica!!!" Ia mulai berlari mengejar kami
"Hem, Kris-sii bisa lebih cepat?" Aku menepuk punggung namja itu panik
"Kenapa? Ah? Kenapa banyak sekali orang yang mengikuti kita?" Kris melirik kaca spionnya dan segera menaikkan laju motornya

Aku menghela nafas lega saat kerumunan orang di belakang kami telah tertinggal jauh. Aku tetap menutupi wajahku agar tidak ada lagi orang yang menyadari kehadiranku. Tidak lama, Kris menghentikan motornya di daerah bangunan elit. Ah, ya itu hotel tempatku menginap. Aku segera turun dari motor dan tersenyum bahagia.

Ia membuka kaca helmnya, "Sudah sampai. Perlu kuantar sampai dalam juga?" Ucapnya dingin
"Ah tidak usah. Aku bisa sendiri, Gamsahamninda~" Aku membungkuk dan segera berlari memasuki hotel tempatku menginap. Aku berjalan pelan menuju lift. Ponselku berdering saat aku menunggu pintu lift terbuka
"Yeoboseyo?"
"Sica-ya? Dimana kau?" Suara manager oppa terdengar khawatir
"Aku di dalam lift menuju kamar. Wae?" Terdengar suara tarikan nafas, "Oppa?"
"Ya gwaenchana. Aku lega sekali. Naiklah segera, aku sudah menunggumu. Aku akan menjemputmu di depan lift"

Setelah terdengar suara dentingan, pintu lift segera terbuka, "Yak, Sica ya!! Untung kau selamat" Manager oppa tertawa
"Jika aku tidak selamat maka riwayatmu akan habis, oppa" Aku mencibir dan berjalan menuju kamar hotelku
"Sica-ya! Cepat lah berganti pakaian dan bersiap. Sebentar lagi akan datang orang dari Friends and Teens Magazine. Mereka akan mewawancaraimu"
"Ya baiklah aku mengerti" Aku segera menutup pintu kamarku dan masuk ke kamar mandi
****
Setelah aku menyelesaikan mandi dan makan malamku, tidak lama acara interview pun dimulai. Seorang yeoja dan Seorang namja yang membawa kamera masuk ke dalam ruanganku. Aku membungkuk sopan dan menyilahkan mereka untuk masuk. Dan untungnya, hanya interview singkat

"Hello, Guys. How are you today? Now, I'm here with someone who very famous and very very beautiful. Girls' Generation's member, Jessica!!"
"Hello, Guys. I'm Jessica from Girls' Generation" Ucapku seraya melambaikan tangan pada kamera
"How are you Sica? What do you think about Paris?"
"I'm great. Really Great. And I'm happy to be here. Because it's not my first to come here so I think it'll be interesting more than before" Aku tersenyum

"Aaa~ I see, and what you really miss about Paris when you're not here?"
"Hm.. I miss the Eiffel Tower actually" Aku tertawa kecil, "And I miss every SONEs here. My Fans and Girls' Generation's fans"
"Sica, I heard that Girls' Generation will comeback with a new song and new album. Can you tell me about that?"

Aku mengerling dan tersenyum tipis, "Actually, This is still secret. But for Paris's fans I'll tell something. Hm, The concept for our comeback is hiphop style and more naughty maybe hehe But it's not a sexy Concept, guys! And please wait for this album and Our Comeback, too. And please to always support me and other members~"
"Wuaah SONEs in the world must so happy about Girls' Generation's comeback" Ucap wanita itu seraya tersenyum, "Now, about GG World Tour. How about this concert?"

"Ah, World concert is what Girls' Generation member's waiting. We're really excited! And with this concert, we hope we can see and meet every SONEs in this world. All of the member always prepare to make a perfect concert for SONEs in the world" Aku tersenyum dan mengangguk anggukan kepala
"Well, I'm SONE too hahaha" Ujar Yeoja itu tersipu
"Oh really?? Who is your favorite member?" Tanyaku bersemangat
"I'm Sunshiner. Sunny's fans" Aku tersenyum lebar
"Sunny!! She is your fans in Paris" Aku berkata dengan semangat pada kamera

"Hahaha thanks for doing that Sica, Well okay Jessica thanks to take your time. And hope you'll enjoy in Paris" Ia menjulurkan tangannya
"My pleasure to be here" Ucapku seraya menyambut tangannya dan berpelukan
"Hm, Can we take a picture together?"
"Oh sure" Aku tersenyum pada kamera ponselnya dan klik!
"Aaah thank you very much"
Aku mengangguk dan membiarkannya keluar meninggalkan ruanganku. Tidak lama manager Song masuk dan menepuk pundakku

"Kau mau makan malam di sini atau di bawah?"
"Hm, dibawah saja" Aku berdiri dan berjalan mendahului manager Song, aku membuka pintu ruanganku dengan hati-hati, "Ah, Oppa. Apa keadaan diluar sudah aman?"
Manager mengangguk dan menyela jalanku untuk menggiringku ke tempat makan di lantai bawah. Aku mengikuti manager Song perlahan. Disekitarku sudah terdapat 2 orang bodyguard yang menjagaku dari kemungkinan terburuk.

Sebenarnya aku tidak begitu suka jika harus dijaga sangat ketat oleh para bodyguard. Karena dengan banyak bodyguard disekitar ku membuat para fans tidak bisa berinteraksi denganku. Yaaa memang itu demi keselamatanku juga. Tapi aku sangat ingin berinteraksi lebih dekat dengan para fansku di dunia.
"Aaaaa Sica!! Jessica!!" Kumpulan orang fans di luar pintu masuk hotel berteriak histeris saat melihatku keluar dari lift. Aku berjalan seraya tersenyum pada mereka.

Aku berhenti sebentar dan melambai pada mereka. Ini menyenangkan! Dimana banyak orang membawa poster, album dan semua stuff tentang diriuku. Bagaimana aku tidak bisa mencintai para fansku? Manager Song menepuk bahuku, "Kajja Sica, kau harus segera makan" Aku mengangguk dan mengikuti manager Song. "Kau tunggu disini, aku akan pesankan makanan untukmu"

"Arraseo~" Aku mengangguk dan melihat sekelilingku. Seorang gadis tersenyum padaku dan berjalan mendekatiku. Sekitar 1 meter dariku, para bodyguard menghalangnya mendekatiku. "Hm, Please let she come here" Setelah mendengar perintahku, para bodyguard itu membiarkannya mendekatiku

Gadis itu tersenyum semakin lebar. Ia berjalan dengan cepat ke arahku, "Jessica?? I'm.. I'm.. Oh my god!!" Ia terlihat sangat kacau
"Hey, calm down" Aku tersenyum dan menyuruhnya duduk di sebelahku, "Yes, I'm Sica"
"I'm Joan. And.. Oh my god! I can't believe this!!" Ia mengacak rambutnya, "I'm your big fans!!"
Aku tertawa kecil, "Ah really?? Thank You" Aku mengangguk dan tersenyum
"Can.. Can I take a picture with you?"
"Of course!" Aku mengambil ponselnya dan mulai bergaya di depan kamera ponselnya, "This your phone"

Ia menatap ponselnya tidak percaya, "Oh my god! She is a real Sica!!" Aku tertawa kecil melihatnya
"Joan!! What are you doing there?" Terdengar suara seorang lelaki dari belakangku
Gadis itu melihat ke arahku dan matanya terbelalak senang, "Yak! Kris!! Come here! Look!" Aku mengikuti arah pandang gadis itu dan sedikit menyipitkan mataku menatap lelaki itu
"Hmm you?" Aku menatap laki laki itu kaget. Dia laki-laki yang waktu itu membantuku, laki laki yang tanpa kusadari mulai mengganggu pikiranku

"Sica? You know my brother or you guys have a meet before?" Tanya gadis itu padaku, "Hey Kris! You not tell me that you met Sica!"
"I don't know who is she, Joan" Laki laki itu menghampiri kami, "Let's go back"
"Hm, wait! Are you..." Laki laki itu menatapku dingin. Matanya mengunci tatapanku, "Hm.. Sorry"
"Kris! I'll go with my own way. Hm by the way, thank you Sica" Gadis itu membungkuk padaku dan segera berlari meninggalkan kami

Aku memainkan jemariku. Entah kenapa aku merasa suasana mulai sangat canggung. Aku tidak bisa berbicara apapun. Tatapan dinginnya membuatku terdiam dan kaku. Ia menghela nafas berat dan mendekatiku dengan cepat
"Eh?" Ia menarik tanganku cepat, Ia berjalan meninggalkan resto. Kedua bodyguardku mulai mencegah kami, tapi aku segera memberi tanda untuk membiarkan kami pergi, "Hey, you! What are you doing?"
"Kris! My name is Kris" Ucapnya dingin sambil tetap menarik tanganku erat
"Can you stop hold my hand like this? It's hurt!" Ia tidak menjawab ucapanku, tapi aku merasa genggaman tanganya sedikit mengendur

Ia berhenti tepat di depan pintu lift yang terbuka. Dan mendorongku masuk ke dalam lift, "Yak! Apa yang kau lakukan?"
Ia mendekatiku dan memelukku erat, "Mianhae" Aku terdiam kaku dan menatap kosong bahunya. Ia menggenggam tanganku pelan, "Mianhae"
"Why?" Aku bertanya pelan, ia melepas pelukannya dan menatapku tajam
Ia menunduk dan berkata pelan, "Saranghae" Apa aku salah dengar? Apa yang baru dikatakannya?
"Apa maksudmu?" Aku menatapnya bingung
Ia mengangkat wajahnya dan menatapku. Diam. Ia terdiam menatap mataku. Apa ini? Aku tidak bisa berpikir apapun. Matanya begitu tajam dan mengunci semua pikiranku
"Kau benar-benar tak ingat siapa aku ya?" Ia tersenyum miris
Aku menggeleng pelan, "Hmm Tidak.. Memang kau siapa?" Aku bertanya acuh
Ia membuang pandangannya ke lain arah. Ia mendengus dan merogoh saku kanannya, "Ini" Ia meletakkan selembar kertas ditanganku

"Ige mwoya?" Aku bertanya tanpa melihat kertas itu, ia tersenyum dan memberi isyarat untukku membukanya
Aku menatap kertas yang ada ditanganku. Kondisi yang sangat buruk. Kertas itu tak lagi berwarna putih. Tak lagi mulus. Aku membuka kertas itu perlahan, karena aku yakin jika kertas itu akan hancur hanya dengan helaan nafas beratku. Ada sebuah tulisan... Ya tulisan yang tidak rapi,
'Kris.. We'll meet again. Just follow everything you think. I'll stay here. But oneday, you must to find me. Promise? We'll meet right? Hmm, I'll waiting you'

-Flashback-
Seorang gadis berlari mengejar seorang ana laki-laki yang sedang mengendarai sepeda. Gadis itu terus berlari tanpa memedulikan ayahnya yang berteriak memanggil namanya. Yang ia tahu, ia hanya ingin berbicara pada namja itu
"Hey!! Wait! Wu Wu!!!" Gadis itu berteriak keras dengan seluruh sisa tenaganya
Namja itu berhenti mengayuh sepedanya, dan menolehkan sedikit kepalanya dengan pandangan datar. Ia terbelalak saat melihat gadis itu mulai tersenyum, "Sica?"

Ia meninggalkan sepedanya dan segera berlari mendekati gadis itu, "What are you doing here? Look at your face. You're sweating too much" Namja itu merapikan rambut sica dengan pandangan yang tetap dingin
"Who care?" Gadis itu tersenyum dan segera merogoh saku roknya, "Ah, this... for you" Ia menyerahkan sebuah amplop berwarna merah muda
"What it is?" Namja itu memperhatikan amplop dengan heran
"Don't open in here!!" Sica menahan tangan anak laki-laki yang hendak membuka amplop tersebut, "Just open this when you're arrived"

Sica menunduk dan tersenyum. Ia segera membalikkan tubuhnya dan berlari kecil menuju ayahnya. Matanya mulai terasa panas. Tak akan ada lagi orang yang memanggil namanya setiap pagi dari atas sepeda. Tidak akan ada lagi yang menatapnya dengan tatapan tajam. Tidak ada lagi yang membawakan tasnya, menggendongnya ketika ia lelah berjalan. Tak akan ada lagi pria yang mengajarinya. Tak akan ada lagi orang yang memukul kepalanya. Tak akan ada lagi.. Banyak hal yang tidak akan terjadi lagi.

"Sica!!!" Sica terhenti dan segera berbalik pelan, ia tersenyum menahan air mata yang akan turun "Thanks for this"
Sica mengangguk mantap dan segera berbalik, air matanya muali berjatuhan. Kenangan bermain, bercanda, tertawa, bertengkar, semua mulai berputar di otaknya. Kenapa semua harus berakhir seperti ini?
-Flashback end-

Aku menatap namja di depanku. Aku mulai melihat apa yang ia katakan. Kenapa disaat seperti ini? Setelah 10 tahun berlalu. Ia masih tetap sama. Masih tetap dengan mata tajam itu. Masih dengan wajah kaku itu. Masih dengan bibir yang sama. Semuanya. Aku menatap wajahnya dalam, aku menutup mulutnya tak percaya. Inikah dia?
"Kris? Kau? Wu? Ini kau?" Aku tersenyum dibalik mataku yang mulai mengabur
"Memang kau pikir aku siapa?" Ujarnya dingin, ia tertawa sinis dan membuang muka
Aku menatapnya bingung, air mataku mulai turun. Aku ingin memeluknya. Bolehkah? Setelah itu ia tak berbicara sepatah katapun, begitu pun aku. Ia melangkah keluar lift saat pintu lift terbuka. Aku mengikutinya setelah menghapus air mata disudut mataku.

"Untuk apa kau mengingatku?" Ujarnya tiba-tiba saat kami berada di ujung lorong
"Hah?" Aku menatap punggungnya nanar
"Bukan kah kau seharusnya melupakanku? Bukankah seharusnya kau hanya mengingat keberhasilanmu?"
"Apa yang kau katakan? Kenapa kau seperti ini?" Aku mengepalkan tanganku, "Kau dengan seenaknya meninggalkanku sendirian! Dan sekarang kau kembali hanya untuk berkata menyedihkan seperti ini padaku? Lebih baik kau tak usah kembali!"

Aku mulai menangis. Ia terlalu kasar. Apa yang ia katakan tidak seharusny ia ucapkan. Apa ia tak tau betapa aku merindukannya? Betapa aku sulit melupakannya dulu?
"Apa? Aku jahat? Bukankah kau yang lebih jahat Sica? You said that you'll waiting for me! But nothing!! You're not! Aku kembali setelah 1 tahun berusaha mengumpulkan uang agar dapat menemuimu. Aku bekerja tanpa beristirahat agar dapat menemuimu!" Suaranya mengeras dan dalam, "Setiap hari aku berusaha agar mendapatkan uang yang banyak. Tapi apa? Satu tahun Sica! Hanya 1 tahun, tapi kau tidak ada. Kemana kau? Aku yang terpukul dan taktau harus berbuat apa saat kembali"

Ia membalikkan badannya menghadapku. Menatapku nanar, matanya merah. Cukup. Jadi, apa ini? Dia kembali? Bodoh. Bodoh. Kenapa begini? Aku tidak tahu ia kembali
"Siapa yang lebih menderita Sica? Melihatmu tersenyum setiap tampil di TV seperti tak ada aku. Sedangkan aku? Tidak pernah sehari pun tersenyum mengingatmu! Kau terkenal! Tapi aku belum bisa menemuimu. Berkali-kali aku menghampirimu tapi percuma. kau tidak pernah sadar akan kehadiranku!"

"Maaf, Aku tidak tahu. Maaf. Bukan seperti itu. Aku... Aku tidak tahu kau kembali, Wu" Aku menghapus air mata yang menghalangi pandanganku, "Aku juga menunggumu, Wu. Kau tak akan mengerti jika kujelaskan sekarang. Semua terlambat Wu"
Aku menunduk dan menghapus air mataku. "Kau tidak akan pernah mengerti. Kenapa aku seperti ini. Kenapa aku sampai seperti ini. Kenapa aku meninggalkan Amerika. Kenapa aku menjadi seperti ini. Kau tidak akan mengerti!!" Ucapku keras. Aku tidak sanggup lagi. Sakit ini terus menghantam pikiranku. Semakin lama semakin perih

Air mataku mengalir semakin deras. Aku tidak lagi dapat melihat wajahnya. "Ibuku meninggal, apa kau tahu? Ayahku bangkrut, apa kau mengerti? Hidupku hancur! Apa kau tau? Kau tak akan tahu! Aku selalu memikirkanmu disaat semua itu menghantuiku. Aku berharap agar kau kembali dan berbagi bebanku. Aku masih berharap dan terus memikirkan wajahmu! Aku terus menginginkan panggilanmu setiap pagi. Apa kau tau? Saat itu tidak ada tangan dingin yang menjagaku, Wu. Tak ada pilihan, tak ada kau. Itu yang terbaik saat itu Wu. Aku tak bermaksud melanggar janjiku. Karena kau tidak akan mengerti yang aku rasakan Wu!"

Air mataku semakin cepat mengalir. Aku berlari dan menekan tombol lift berkali-kali. Ia bahkan tidak mengejarku! Bodoh. Ia kembali menyakitiku! Bodoh! Pintu lift terbuka, aku segera masuk dan mengusap mataku berkali-kali. "Aish jinjja! Kenap tidak tertutup!" Aku menekan tombol berkali-kali
"Sica" Ia menyeruak masuk dari pitnu lift yang hampir tertutup. Ia memelukku cepat dengan erat. Ia memegang pipiku dan mengecup bibirku pelan. Air mataku kembali menetes, "Maafkan aku meninggalkanmu. Maaf aku tak bisa menjagamu. Maaf"

-THE END-

Ga jelas ya? Ga jelas? Maaf ya. Maklum bikinnya aja kepotong-potong jadi feelnya kadang agak ga nyambung hehe yaa semoga nanti di FF berikutnya akan lebih baik lagi ya :) Mohon kritik dan saran juga!! Atau mau request main cast juga boleh :) Makasih ya udah mau bacaaa :***
Read More

Minggu, 16 Juni 2013

[FanFiction] My beautifull place Part 2

Annyeonghaseyo~ Author is back!! (Like SHINee's song) kkk~ Now, I brought the part 2 of this FF. FF about Krisica {} I hope a lot of you like this part and all of my FF :D And sorry for typo or wrong word XD Oh, and you guys can ask me about other FF :) So.. Happy reading and enjoy this part :)

Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romance
Language : Indonesian (Bahasa) and a little bit of Korean
Cast : Jessica, Kris, SNSD's members, other cast~
Krisica
-Continued from part 1- http://aldilaseptisonelf.blogspot.com/2013/05/fanfiction-my-beautifull-place-part-1.html
-Jessica POV-
Mereka semua berteriak dengan semangat, menagngkat apapun yang mereka bawa. Banner, Lightstick, Poster, Album, kaos, Kipas dan another thing they have about us, Girls' Generation. Para member mulai memberikan fanservice dengan tersenyum dan melambaikan tangan. Sunny  mulai ber pose dengan aegyo andalannya. Taeyeon noona melambaikan tangannya dan mulai bertingkah dorky. Hyo tersenyum dan melambaikan tangannya. Fany? Ia memberikan berbagai gayanya, v sign, love sign and everything. Yuri tersenyum dan melambaikan tangannya dengan wajah sexynya. Yoona tersenyum dengan anggunnya. Seohyun tetap melambaikan tangan dengan gaya kalemnya. Sooyoung tersenyum ramah dan manis.

Semua perilaku kami tidak dibuat-buat. Perasaan dan senyuman kami mengalir begitu saja saat menatap the greatest pink ocean! Aku tersenyum dan berusaha untuk menatap setiap kamera yang memotret kam bergantian. MC mulai mempersilahkan kami untuk duduk dan di mulailah sesi tanya jawab.

"Annyeonghaseyo, So Nyeo Si Dae!!" Sapa MC tersebut bersemangat
"Ne.. Annyeonghaseyo~" Jawab kami bersamaan
"Na.. Dul.. Set..." Aba-aba dari Hyoyeon mulai terdengar
"Jigeumeun... SoNyeoSiDae!!!" Kami berpose sambil berteriak

"Ah, Annyeonghaseyo.. So Nyeo Si Dae Taeyeon imnida" Taeyeon eonni sedikit membungkukan tubuhnya
"Annyeong~ So Nyeo Si Dae Tifanny imnida~" Fany berpose v sign
"Annyeonghaseyo Sowon!! Jessica imnida!! "Ucapku seraya tersenyum lebar

"Yoona imnida~" Yoona tersenyum manis dan melambaikan tangannya
"Annyeong~ Yuri imnida~" Yuri melambaikan tangan dan tersenyum
"SOWON!!! Bbuing-bbuing, So Nyeo Si Dae Sunny imnida~" Sunny ber aegyo dan disambut teriakan dari para SONE

"Annyeong Seohyun imnida~" Seo tersenyum kalem dan melambaikan tangannya
"Annyeonghaseyo, So Nyeo Si Dae Hyoyeon imnida!!" Ucap Hyo bersemangat seraya menunjukkan senyum lebarnya
"Sowonie~ Sooyoung's here! kkk~ Annyeong~" Sooyoung menyapa dengan mimik lucunya

MC yang melihat cara kami memperkenalkan diripun tersenyum dan kembali berkata, "selamat datang So Nyeo Si Dae. Kami sangat senang atas kesediaan kalian untuk hadir dalam acara ini"
"Pertama-tama saya ingin  menanyakan tentang bagaimana perasaan kalian tampil di acara kami?"
"Hem, kami sangat sennag dapat kembali menyapa Sowon Korea. Karena belakangan ini kami memang sedang sibuk karena melakukan Konser Japan Tour kami. Sehingga jarang menyapa Sowon di Korea" Taeyeon eonni menjawab pertanyaan itu seraya tersenyum

"Ya, dan karena belakangan ini para member juga banyak memiliki kegiatan masing-masing jadi kami pun jarang berkumpul hahaha" Sooyoung tertawa kecil
"Ah ya, saya dengar memang para member SNSD sendiri sedang sangat sibuk? Apa saja kegiatan kalian belakangan ini?" Tanya MC itu lagi
"Seperti yang kalian ketahui bahawa, Sooyoung dan Yoona sedang sibuk dengan serial drama yang mereka bintangi. Yuri pun sedang persiapan film barunya" Sunny menjelaskan
"Tiffany dan Jessica eonni pun akan pergi keluar negri untuk beberapa pekerjaan dan pemotretan" Sooyoung menambahkan

"Aku sendiri sedang sibuk dengan beberapa pemotretan dengan berbagai majalah" Seohyun tersenyum malu
"Hyoyeon-ssi jelaskan apa yang kau lakukan!" Taeyeon menggoda Hyoyeon
"Aku? Hehe Aku baru saja menyelesaikan pemotretan di Thailand dan akan melakukan pemotretan lagi di Hongkong dalam waktu dekat ini" Hyoyeon menejelaskan dengan sangat bersemangat
"Dan Taeyeon eonni sedang sibuk di dapur rekaman ahaha Ia akan menyanyikan banyak soundtrack drama untuk tahun ini" Tiffany mempromosikan kegiatan Taeyeon

"Uri Ost Queen is back!!" Ucap Seohyun yang disambut anggukan setiap member
"Ah baiklah.. Bagaimana dengan comeback kalian tahun ini?"
"Hm untuk comeback, kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang. Dan untuk konsep comeback kali ini pun kami benar-benar terjun langsung untuk memastikan semuanya berjalan baik. kami harap kalian akan menyukainya nanti" taeyeon tersenyum mengakhiri kalimatnya

"Apakah tidak bisa sedikit dibocorkan kepada kami bagaimana konsep comeback SNSD kali ini?" Tawar MC itu
"Aaah itu rahasia! Yang jelas kami yakin kali ini akan sangat berbeda. Karena para member terjun langsung dalam pembuatan konsep ini. kali ini semuanya kami persembahkan untuk SOWON di seluruh dunia" Sooyoung menambahkan

Aku terdiam dan terhentak sampai sang MC memberikanku pertanyaan, "Sica sii, belakangan kau terlihat sangat sibuk dengan drama musikal mu. Dan beberapa minggu yang lalu pun kau sempat jatuh pingsan karena terlalu lelah. Apakah jadwal yang miliki memang sangat padat?"
"Hem, memang aku sempat pingsan dan membuat seluruh Sowon khawatir. Jeongmal Mianhae Sowonie~ oleh karena itu, aku berusah untuk kembali beraktifitas dengan normal. Mengenai jadwal yang padatpun, itu tidak berpengaruh. Hanya saat itu keadaanku sedang kurang fit sehingga jatuh pingsan"

Yoona tersneyum dan merangkulku saat aku selesai menjawab. Member yang lain pun tersenyum padaku.
"Aku dengar dalam waktu dekat ini, SNSD juga akan mengadakan Konser World Tour, bukan? Bagaimana persiapa kalian?" Tanya MC itu lagi
"Konser ini adalah konser yang paling kami tunggu tunggu" Taeyeon berkata ceria
"Ya dan kami sangat berusaha keras dalam persiapan konser ini" Sooyoung tersenyum, "Kami berlatih setiap hari untuk tampil baik dalam konser nanti"
"Kami juga sangat senang karena dapat bertemu dengan seluruh fans di dunia" Tiffany berbicara dengan nada serius dan senang

-Author POV-
Hari ini, saat dimana Jessica akan pergi meninggalkan Korea untuk sementara waktu. Pagi ini, Sica sudah bersiap di dalam mobil bersama managernya menuju bandara. Ia berkutat dengan ponselnya, mengirimi pesan tidak penting pada Hyoyeon. Ya, disaat bosan seperti ini, lebih baik baginya untuk tertawa membaca semua kekonyolan Hyoyeon.

Managernya segera beralih menatapnya bingung, "Yak? Sica ya? Gwaenchana?"
"Ah. ne. Wae?" Sica menjawab tanpa memperhatikan wajah managernya
"Ani, habis kau tertawa sendiri. Aku jadi khawatir"
"Yak! Apa yang kau katakan oppa? Aku tidak mungkin gila" Jessica mengerucutkan bibirnya kesal (pout)
"Haha aku bercanda. Oh ya, Sica.. Apa kau yakin tak apa kita menggunakan baju ini?"
"Memang ada yang salah?" Sica menatap kemeja kotak-kotak biru nya, rompi hitam, kaos putih dan jinsnya, "Tidak ada yang salah, oppa"
"Iya tapi baju couple ini?" Managernya menunjuk kaos putih yang dikenakannya, "Nanti fans mu bisa mengira kalau kita memiliki hubungan khusus"

"Andwae!! Hahaha" Sica tertawa keras, "Mereka tau seleraku. Sudah lah tenang saja" Managernya hanya mendengus kesal dan segera menghentikan mobil
"Kajja, turun" Managernya keluar mendahului Sica dan mengambil seluruh barang dari bagasi mobil. Sica segera turun dengan perlahan dan merapikan rambutnya yang mulai berantakan tertiup angin.

Ia berjalan pelan seraya membaca pesan dari Hyoyeon, "Sica!!! Sica!! Jessica!! Lihat kemari!!" Ia terhentak saat mendengar suara itu, dan segera beralih pada kerumunan orang yang menunggunya di pintu bandara. Ia tersenyum dan mulai melambaikan tangannya. Ia mengalihkan pandangannya melihat managernya yang terlihat kepayahan mengangkat koper miliknya
"oppa? Gwaenchana? Perlu ku bantu?" Managernya melambaikan tangan, SIca mengangguk dan kembali berjalan pelan menuju tepi jalan untuk menyebrang

Ia membuka ponselnya dan sedikit tersenyum karena pesan dari Yoona, Sica kembali terhenti dan menunggu managernya untuk berjalan masuk ke dalam bandara. Sambil tersenyum dan melambaikan tangannya lagi ke arah kerumunan orang di depannya. Ia memberikan v sign lalu tertawa kecil melihat tingkah para penggemarnya.

"Kajja kita masuk" Managernya berjalan melindungi Sica. Sica berjalan pelan seraya menunuduk untuk memperhatikan langkahnya. Sesekali ia membenarkan letak kacamata hitamnya. Wajah Ice Princess nya terpajang di wajahnya. BRUKKK
"Aahh!!" Sica terjatuh
"Ah mianhae!" Seorang namja segera membantunya berdiri dan membungkuk sekilas lalu berlari menjauh
"Sica ya? Gwaenchana?" Manager Sica segera menghampiri Sica yang terdiam menatap kepergian namja tadi
"Ah Gwaenchana" Sica tergagap dan segera berjalan bersama managernya
"Siapa tadi yang menabrakmu? Berani sekali dia menabrakmu" Ujar Manager Sica yang sedang bersusah payah melindungi Sica dari kerumunan orang yang semakin ramai karena Sica terjatuh tadi

-Jessica POV-
Ini adalah hari kedua ku di Paris. Kemarin setelah tiba dari Seoul aku segera beristirahat dan mengambil beberapa photosession. Dan hari ini aku juga kembali menjalani photo session. Dan sekarang aku sudah berada di sebuah taman yang bernuansa tua namun anggun. Aku duduk di sebuah bangku menunggu managerku kembali dari membeli minum.

"Emh Sorry, Can I sit here?" Sebuah suara bersuara, Aku segera menoleh dan mengangguk pada seorang namja tinggi dan berkulit putih.
Ia menggunakan jaket putih dan kacamata hitam. Tapi.. Sepertinya aku mengenalnya. Dimana ya? Aduh, sica kenapa kau pelupa sekali!! Ah ya yaa aku ingat

"Sorry, Are you from South Korea?" Aku meliriknya dan berkata pelan
Ia tersentak dan menatapku heran, "Yes, Why do you know?"
Ah, bingo! Jelas dia sangat heran. Karena wajahnya memang tidak mirip dengan wajah orang korea. Wajahnya sangat jauh dari kata wajah orang Korea
"Mh, You're not remember me? Or You don't know me?" Aku menunjuk wajahku. Ia segera mengerutkan dahinya dan seperti berpikir

"I'm not remember yet" Ia menggeleng
"Aishh jinjja!" Aku mendesah kesal
"Hah? Mworago?" Aku terhenyak dan menatapnya heran
"Kau bisa berbicara bahasa Korea?"
"Ya tentu saja! Aku kan orang Korea" Ia mencibir kesal
"Ah, mianhae. Tapi kau benar tidak mengenalku?" Aku memiringkan kepalaku lagi
"Memang siapa kau?"
"Ah, Jessica imnida" Aku menjulurkan tanganku senang, akhirnya ada juga orang yang tidak mengenalku

Ia mengangguk dan menyambut tanganku dingin, "Kris"
Aku tersenyum senang dan menatapnya lekat-lekat. Wajahnya tampan sangat tampan. Hidungnya mancung. Matanya tegas menatap sekelilingnya, "Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Ah? Mm tidak.. Maaf" Aku segera menunduk bingung. Mengapa oppa begitu lama kembali sih? Aku mulai gelisah
Ia terdiam menatap sekelilingnya dan sesekali melirik jam tangan yang ada di tangan kirinya. Aku menelan ludah, saat aku sadari bahwa Oppa sudah sangat lama pergi. Aku mulai mencoba menghubungi ponselnya, Yak!! Nihil tidak diangkat.

Aku berdiri dan melihat sekelilingku dengan cemas. Bagaimana ini? Aku mengetukkan kaki ku. Memutar ponselku. Tiba-tiba ponselku berdering, aku segera mengangkatnya dengan cepat
"Yeoboseyo? oppa?"
"Sica-ya? Dimana kau?" Tanyanya, aku mengerutkan alis bingung
"Aku di tempat tadi. Kau dimana? Lama sekali" Ucapku ketus
"Aisshh Jinjja! Bagaimana ini? Sepertinya aku lupa jalan. Aku lupa arah kembali ke tempatmu" Suaranya terdengar lemas

"Aaah? Lalu bagaimana denganku?" Kakiku lemas. Aku terduduk kaku di kursi itu
"Kau tidak bisa kembali ke hotel sendiri?"
"Andwae!!! Aku belum pernah kemari seorang diri" Aku menghentakkan kakiku
"Aku juga tidak tahu. Hm, aku akan kembali ke hotel dan menjemputmu. Tunggulah" Tuut tuut~

Aaah kenapa dimatikan? Bagaimana ini? Aku melihat sekelilingku dan terhenti saat menatap Namja yang juga menatapku itu. Aku terdiam dan segera menunduk. kembali memutar ponselku, bingung.
"Kau kenapa?" Ujarnya dingin
"Ah.. Aku.. Tidak tau jalan pulang" Aku menyelipkan beberapa helai rambutku di telinga
"Kuantar?" Aku segera menatapnya tak percaya, "kau mau kuantar? Kau ingat nama hotelnya kan?"
Aku mengangguk pelan dan segera berdiri ketika dia menarik tanganku, "Kajja, aku tidak punya banyak waktu"

Aku mengikutinya dalam diam. Kenapa aku harus mengikutinya? Tapi, aku tidak bisa berhenti mengikutinya. Ah, bagaimana jika ternayat dia orang jahat? Ah, Andwae!!!
"Dimana kau menginap?" Ujarnya menatapku dingin
"Shangri-La Hotel Paris" Aku menatap matanya kaku

-TO BE CONTINUED-
Ah, It's finished~ Wait for the next Part guys!!! AND DON'T BE A SILENT READER :*
Read More

Minggu, 26 Mei 2013

20130526 Incheon Airport heading to Taiwan for Happy 4 Concert (1)



























































































Today SNSD go to Taiwan for Happy 4 Concert

Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© 내 세상 이야기 My World, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena