Annyeonghaseyo^^I'm here~ Sorry for so late uploading. Because I have a lot of task in my school so This is the Part 3 hehe.. Hmm, Who excited with this part? I just hope you guys will like and enjoy my FF^^ You can give me a req FF like who the next main character :) Just Leave a comment to give me request~ Oke, Now.. Happy reading guys~ <3
Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romance
Language : Indonesian (bahasa), a little bit of Korean, English
Cast : Jessica SNSD, Kris EXO, SNSD's members and other cast~
Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romance
Language : Indonesian (bahasa), a little bit of Korean, English
Cast : Jessica SNSD, Kris EXO, SNSD's members and other cast~
![]() |
| Krissica-Kris and Jessica-EXOshidae |
-Continued from Part 2- http://aldilaseptisonelf.blogspot.com/2013/06/fanfiction-my-beautifull-place-part-2.html
Aku mengikutinya dalam diam. Kenapa aku harus mengikutinya? Tapi aku tidak bisa berhenti mengikutinya. Ah, bagaimana jika ternyata dia orang jahat? Ah, Andwae!!!
"Dimana Kau menginap?" Ujarnya menatapku dingin
"Shangri-La Hotel Paris" Aku menatapnya kaku, Ia hanya mengangguk dan segera menaiki sebuah motor sport berwarna putih. Ia memakai helmnya dan menunjuk bangku motor belakangnya menyuruhku untuk naik, "Hah? Disitu?"
Ia mengangguk mantap, "Wae? Kau tidak mau?" Aku menggeleng ragu dan menutup wajahku sedikit karena mulai banyak orang yang melihat ke arahku. Aku segera menaiki motor itu dan tepat saat Kris menjalankan mobilnya. Seorang gadis berteriak histeris, "Oh my GOD!! Jessica? Oh Jessica!!!" Ia mulai berlari mengejar kami
"Hem, Kris-sii bisa lebih cepat?" Aku menepuk punggung namja itu panik
"Kenapa? Ah? Kenapa banyak sekali orang yang mengikuti kita?" Kris melirik kaca spionnya dan segera menaikkan laju motornya
Aku menghela nafas lega saat kerumunan orang di belakang kami telah tertinggal jauh. Aku tetap menutupi wajahku agar tidak ada lagi orang yang menyadari kehadiranku. Tidak lama, Kris menghentikan motornya di daerah bangunan elit. Ah, ya itu hotel tempatku menginap. Aku segera turun dari motor dan tersenyum bahagia.
Ia membuka kaca helmnya, "Sudah sampai. Perlu kuantar sampai dalam juga?" Ucapnya dingin
"Ah tidak usah. Aku bisa sendiri, Gamsahamninda~" Aku membungkuk dan segera berlari memasuki hotel tempatku menginap. Aku berjalan pelan menuju lift. Ponselku berdering saat aku menunggu pintu lift terbuka
"Yeoboseyo?"
"Sica-ya? Dimana kau?" Suara manager oppa terdengar khawatir
"Aku di dalam lift menuju kamar. Wae?" Terdengar suara tarikan nafas, "Oppa?"
"Ya gwaenchana. Aku lega sekali. Naiklah segera, aku sudah menunggumu. Aku akan menjemputmu di depan lift"
Setelah terdengar suara dentingan, pintu lift segera terbuka, "Yak, Sica ya!! Untung kau selamat" Manager oppa tertawa
"Jika aku tidak selamat maka riwayatmu akan habis, oppa" Aku mencibir dan berjalan menuju kamar hotelku
"Sica-ya! Cepat lah berganti pakaian dan bersiap. Sebentar lagi akan datang orang dari Friends and Teens Magazine. Mereka akan mewawancaraimu"
"Ya baiklah aku mengerti" Aku segera menutup pintu kamarku dan masuk ke kamar mandi
****
Setelah aku menyelesaikan mandi dan makan malamku, tidak lama acara interview pun dimulai. Seorang yeoja dan Seorang namja yang membawa kamera masuk ke dalam ruanganku. Aku membungkuk sopan dan menyilahkan mereka untuk masuk. Dan untungnya, hanya interview singkat
"Hello, Guys. How are you today? Now, I'm here with someone who very famous and very very beautiful. Girls' Generation's member, Jessica!!"
"Hello, Guys. I'm Jessica from Girls' Generation" Ucapku seraya melambaikan tangan pada kamera
"How are you Sica? What do you think about Paris?"
"I'm great. Really Great. And I'm happy to be here. Because it's not my first to come here so I think it'll be interesting more than before" Aku tersenyum
"Aaa~ I see, and what you really miss about Paris when you're not here?"
"Hm.. I miss the Eiffel Tower actually" Aku tertawa kecil, "And I miss every SONEs here. My Fans and Girls' Generation's fans"
"Sica, I heard that Girls' Generation will comeback with a new song and new album. Can you tell me about that?"
Aku mengerling dan tersenyum tipis, "Actually, This is still secret. But for Paris's fans I'll tell something. Hm, The concept for our comeback is hiphop style and more naughty maybe hehe But it's not a sexy Concept, guys! And please wait for this album and Our Comeback, too. And please to always support me and other members~"
"Wuaah SONEs in the world must so happy about Girls' Generation's comeback" Ucap wanita itu seraya tersenyum, "Now, about GG World Tour. How about this concert?"
"Ah, World concert is what Girls' Generation member's waiting. We're really excited! And with this concert, we hope we can see and meet every SONEs in this world. All of the member always prepare to make a perfect concert for SONEs in the world" Aku tersenyum dan mengangguk anggukan kepala
"Well, I'm SONE too hahaha" Ujar Yeoja itu tersipu
"Oh really?? Who is your favorite member?" Tanyaku bersemangat
"I'm Sunshiner. Sunny's fans" Aku tersenyum lebar
"Sunny!! She is your fans in Paris" Aku berkata dengan semangat pada kamera
"Hahaha thanks for doing that Sica, Well okay Jessica thanks to take your time. And hope you'll enjoy in Paris" Ia menjulurkan tangannya
"My pleasure to be here" Ucapku seraya menyambut tangannya dan berpelukan
"Hm, Can we take a picture together?"
"Oh sure" Aku tersenyum pada kamera ponselnya dan klik!
"Aaah thank you very much"
Aku mengangguk dan membiarkannya keluar meninggalkan ruanganku. Tidak lama manager Song masuk dan menepuk pundakku
"Kau mau makan malam di sini atau di bawah?"
"Hm, dibawah saja" Aku berdiri dan berjalan mendahului manager Song, aku membuka pintu ruanganku dengan hati-hati, "Ah, Oppa. Apa keadaan diluar sudah aman?"
Manager mengangguk dan menyela jalanku untuk menggiringku ke tempat makan di lantai bawah. Aku mengikuti manager Song perlahan. Disekitarku sudah terdapat 2 orang bodyguard yang menjagaku dari kemungkinan terburuk.
Sebenarnya aku tidak begitu suka jika harus dijaga sangat ketat oleh para bodyguard. Karena dengan banyak bodyguard disekitar ku membuat para fans tidak bisa berinteraksi denganku. Yaaa memang itu demi keselamatanku juga. Tapi aku sangat ingin berinteraksi lebih dekat dengan para fansku di dunia.
"Aaaaa Sica!! Jessica!!" Kumpulan orang fans di luar pintu masuk hotel berteriak histeris saat melihatku keluar dari lift. Aku berjalan seraya tersenyum pada mereka.
Aku berhenti sebentar dan melambai pada mereka. Ini menyenangkan! Dimana banyak orang membawa poster, album dan semua stuff tentang diriuku. Bagaimana aku tidak bisa mencintai para fansku? Manager Song menepuk bahuku, "Kajja Sica, kau harus segera makan" Aku mengangguk dan mengikuti manager Song. "Kau tunggu disini, aku akan pesankan makanan untukmu"
"Arraseo~" Aku mengangguk dan melihat sekelilingku. Seorang gadis tersenyum padaku dan berjalan mendekatiku. Sekitar 1 meter dariku, para bodyguard menghalangnya mendekatiku. "Hm, Please let she come here" Setelah mendengar perintahku, para bodyguard itu membiarkannya mendekatiku
Gadis itu tersenyum semakin lebar. Ia berjalan dengan cepat ke arahku, "Jessica?? I'm.. I'm.. Oh my god!!" Ia terlihat sangat kacau
"Hey, calm down" Aku tersenyum dan menyuruhnya duduk di sebelahku, "Yes, I'm Sica"
"I'm Joan. And.. Oh my god! I can't believe this!!" Ia mengacak rambutnya, "I'm your big fans!!"
Aku tertawa kecil, "Ah really?? Thank You" Aku mengangguk dan tersenyum
"Can.. Can I take a picture with you?"
"Of course!" Aku mengambil ponselnya dan mulai bergaya di depan kamera ponselnya, "This your phone"
Ia menatap ponselnya tidak percaya, "Oh my god! She is a real Sica!!" Aku tertawa kecil melihatnya
"Joan!! What are you doing there?" Terdengar suara seorang lelaki dari belakangku
Gadis itu melihat ke arahku dan matanya terbelalak senang, "Yak! Kris!! Come here! Look!" Aku mengikuti arah pandang gadis itu dan sedikit menyipitkan mataku menatap lelaki itu
"Hmm you?" Aku menatap laki laki itu kaget. Dia laki-laki yang waktu itu membantuku, laki laki yang tanpa kusadari mulai mengganggu pikiranku
"Sica? You know my brother or you guys have a meet before?" Tanya gadis itu padaku, "Hey Kris! You not tell me that you met Sica!"
"I don't know who is she, Joan" Laki laki itu menghampiri kami, "Let's go back"
"Hm, wait! Are you..." Laki laki itu menatapku dingin. Matanya mengunci tatapanku, "Hm.. Sorry"
"Kris! I'll go with my own way. Hm by the way, thank you Sica" Gadis itu membungkuk padaku dan segera berlari meninggalkan kami
Aku memainkan jemariku. Entah kenapa aku merasa suasana mulai sangat canggung. Aku tidak bisa berbicara apapun. Tatapan dinginnya membuatku terdiam dan kaku. Ia menghela nafas berat dan mendekatiku dengan cepat
"Eh?" Ia menarik tanganku cepat, Ia berjalan meninggalkan resto. Kedua bodyguardku mulai mencegah kami, tapi aku segera memberi tanda untuk membiarkan kami pergi, "Hey, you! What are you doing?"
"Kris! My name is Kris" Ucapnya dingin sambil tetap menarik tanganku erat
"Can you stop hold my hand like this? It's hurt!" Ia tidak menjawab ucapanku, tapi aku merasa genggaman tanganya sedikit mengendur
Ia berhenti tepat di depan pintu lift yang terbuka. Dan mendorongku masuk ke dalam lift, "Yak! Apa yang kau lakukan?"
Ia mendekatiku dan memelukku erat, "Mianhae" Aku terdiam kaku dan menatap kosong bahunya. Ia menggenggam tanganku pelan, "Mianhae"
"Why?" Aku bertanya pelan, ia melepas pelukannya dan menatapku tajam
Ia menunduk dan berkata pelan, "Saranghae" Apa aku salah dengar? Apa yang baru dikatakannya?
"Apa maksudmu?" Aku menatapnya bingung
Ia mengangkat wajahnya dan menatapku. Diam. Ia terdiam menatap mataku. Apa ini? Aku tidak bisa berpikir apapun. Matanya begitu tajam dan mengunci semua pikiranku
"Kau benar-benar tak ingat siapa aku ya?" Ia tersenyum miris
Aku menggeleng pelan, "Hmm Tidak.. Memang kau siapa?" Aku bertanya acuh
Ia membuang pandangannya ke lain arah. Ia mendengus dan merogoh saku kanannya, "Ini" Ia meletakkan selembar kertas ditanganku
"Ige mwoya?" Aku bertanya tanpa melihat kertas itu, ia tersenyum dan memberi isyarat untukku membukanya
Aku menatap kertas yang ada ditanganku. Kondisi yang sangat buruk. Kertas itu tak lagi berwarna putih. Tak lagi mulus. Aku membuka kertas itu perlahan, karena aku yakin jika kertas itu akan hancur hanya dengan helaan nafas beratku. Ada sebuah tulisan... Ya tulisan yang tidak rapi,
'Kris.. We'll meet again. Just follow everything you think. I'll stay here. But oneday, you must to find me. Promise? We'll meet right? Hmm, I'll waiting you'
-Flashback-
Seorang gadis berlari mengejar seorang ana laki-laki yang sedang mengendarai sepeda. Gadis itu terus berlari tanpa memedulikan ayahnya yang berteriak memanggil namanya. Yang ia tahu, ia hanya ingin berbicara pada namja itu
"Hey!! Wait! Wu Wu!!!" Gadis itu berteriak keras dengan seluruh sisa tenaganya
Namja itu berhenti mengayuh sepedanya, dan menolehkan sedikit kepalanya dengan pandangan datar. Ia terbelalak saat melihat gadis itu mulai tersenyum, "Sica?"
Ia meninggalkan sepedanya dan segera berlari mendekati gadis itu, "What are you doing here? Look at your face. You're sweating too much" Namja itu merapikan rambut sica dengan pandangan yang tetap dingin
"Who care?" Gadis itu tersenyum dan segera merogoh saku roknya, "Ah, this... for you" Ia menyerahkan sebuah amplop berwarna merah muda
"What it is?" Namja itu memperhatikan amplop dengan heran
"Don't open in here!!" Sica menahan tangan anak laki-laki yang hendak membuka amplop tersebut, "Just open this when you're arrived"
Sica menunduk dan tersenyum. Ia segera membalikkan tubuhnya dan berlari kecil menuju ayahnya. Matanya mulai terasa panas. Tak akan ada lagi orang yang memanggil namanya setiap pagi dari atas sepeda. Tidak akan ada lagi yang menatapnya dengan tatapan tajam. Tidak ada lagi yang membawakan tasnya, menggendongnya ketika ia lelah berjalan. Tak akan ada lagi pria yang mengajarinya. Tak akan ada lagi orang yang memukul kepalanya. Tak akan ada lagi.. Banyak hal yang tidak akan terjadi lagi.
"Sica!!!" Sica terhenti dan segera berbalik pelan, ia tersenyum menahan air mata yang akan turun "Thanks for this"
Sica mengangguk mantap dan segera berbalik, air matanya muali berjatuhan. Kenangan bermain, bercanda, tertawa, bertengkar, semua mulai berputar di otaknya. Kenapa semua harus berakhir seperti ini?
-Flashback end-
Aku menatap namja di depanku. Aku mulai melihat apa yang ia katakan. Kenapa disaat seperti ini? Setelah 10 tahun berlalu. Ia masih tetap sama. Masih tetap dengan mata tajam itu. Masih dengan wajah kaku itu. Masih dengan bibir yang sama. Semuanya. Aku menatap wajahnya dalam, aku menutup mulutnya tak percaya. Inikah dia?
"Kris? Kau? Wu? Ini kau?" Aku tersenyum dibalik mataku yang mulai mengabur
"Memang kau pikir aku siapa?" Ujarnya dingin, ia tertawa sinis dan membuang muka
Aku menatapnya bingung, air mataku mulai turun. Aku ingin memeluknya. Bolehkah? Setelah itu ia tak berbicara sepatah katapun, begitu pun aku. Ia melangkah keluar lift saat pintu lift terbuka. Aku mengikutinya setelah menghapus air mata disudut mataku.
"Untuk apa kau mengingatku?" Ujarnya tiba-tiba saat kami berada di ujung lorong
"Hah?" Aku menatap punggungnya nanar
"Bukan kah kau seharusnya melupakanku? Bukankah seharusnya kau hanya mengingat keberhasilanmu?"
"Apa yang kau katakan? Kenapa kau seperti ini?" Aku mengepalkan tanganku, "Kau dengan seenaknya meninggalkanku sendirian! Dan sekarang kau kembali hanya untuk berkata menyedihkan seperti ini padaku? Lebih baik kau tak usah kembali!"
Aku mulai menangis. Ia terlalu kasar. Apa yang ia katakan tidak seharusny ia ucapkan. Apa ia tak tau betapa aku merindukannya? Betapa aku sulit melupakannya dulu?
"Apa? Aku jahat? Bukankah kau yang lebih jahat Sica? You said that you'll waiting for me! But nothing!! You're not! Aku kembali setelah 1 tahun berusaha mengumpulkan uang agar dapat menemuimu. Aku bekerja tanpa beristirahat agar dapat menemuimu!" Suaranya mengeras dan dalam, "Setiap hari aku berusaha agar mendapatkan uang yang banyak. Tapi apa? Satu tahun Sica! Hanya 1 tahun, tapi kau tidak ada. Kemana kau? Aku yang terpukul dan taktau harus berbuat apa saat kembali"
Ia membalikkan badannya menghadapku. Menatapku nanar, matanya merah. Cukup. Jadi, apa ini? Dia kembali? Bodoh. Bodoh. Kenapa begini? Aku tidak tahu ia kembali
"Siapa yang lebih menderita Sica? Melihatmu tersenyum setiap tampil di TV seperti tak ada aku. Sedangkan aku? Tidak pernah sehari pun tersenyum mengingatmu! Kau terkenal! Tapi aku belum bisa menemuimu. Berkali-kali aku menghampirimu tapi percuma. kau tidak pernah sadar akan kehadiranku!"
"Maaf, Aku tidak tahu. Maaf. Bukan seperti itu. Aku... Aku tidak tahu kau kembali, Wu" Aku menghapus air mata yang menghalangi pandanganku, "Aku juga menunggumu, Wu. Kau tak akan mengerti jika kujelaskan sekarang. Semua terlambat Wu"
Aku menunduk dan menghapus air mataku. "Kau tidak akan pernah mengerti. Kenapa aku seperti ini. Kenapa aku sampai seperti ini. Kenapa aku meninggalkan Amerika. Kenapa aku menjadi seperti ini. Kau tidak akan mengerti!!" Ucapku keras. Aku tidak sanggup lagi. Sakit ini terus menghantam pikiranku. Semakin lama semakin perih
Air mataku mengalir semakin deras. Aku tidak lagi dapat melihat wajahnya. "Ibuku meninggal, apa kau tahu? Ayahku bangkrut, apa kau mengerti? Hidupku hancur! Apa kau tau? Kau tak akan tahu! Aku selalu memikirkanmu disaat semua itu menghantuiku. Aku berharap agar kau kembali dan berbagi bebanku. Aku masih berharap dan terus memikirkan wajahmu! Aku terus menginginkan panggilanmu setiap pagi. Apa kau tau? Saat itu tidak ada tangan dingin yang menjagaku, Wu. Tak ada pilihan, tak ada kau. Itu yang terbaik saat itu Wu. Aku tak bermaksud melanggar janjiku. Karena kau tidak akan mengerti yang aku rasakan Wu!"
Air mataku semakin cepat mengalir. Aku berlari dan menekan tombol lift berkali-kali. Ia bahkan tidak mengejarku! Bodoh. Ia kembali menyakitiku! Bodoh! Pintu lift terbuka, aku segera masuk dan mengusap mataku berkali-kali. "Aish jinjja! Kenap tidak tertutup!" Aku menekan tombol berkali-kali
"Sica" Ia menyeruak masuk dari pitnu lift yang hampir tertutup. Ia memelukku cepat dengan erat. Ia memegang pipiku dan mengecup bibirku pelan. Air mataku kembali menetes, "Maafkan aku meninggalkanmu. Maaf aku tak bisa menjagamu. Maaf"
-THE END-
Ga jelas ya? Ga jelas? Maaf ya. Maklum bikinnya aja kepotong-potong jadi feelnya kadang agak ga nyambung hehe yaa semoga nanti di FF berikutnya akan lebih baik lagi ya :) Mohon kritik dan saran juga!! Atau mau request main cast juga boleh :) Makasih ya udah mau bacaaa :***

0 komentar:
Posting Komentar