Annyeonghaseyo guys^^
See you again in this part. Sorry for long time not posting :D I'm so busy (?) I really excited to post this part :) Totally it's not perfect ending but.. Yaa you can judge it after read it :D so leave your commen guys, to let me know what do you feel about this FF :) Thanks, gamsahamnida~
Author : Aldila Septiana @DillaSepti
Genre : Romance and Friendship
Language : Indonesian and little bit of Korean
Cast : Im Yoona, Choi Siwon, Lee Donghae, Jessica Jung adn other cast~
-Continue From Part 4-
See you again in this part. Sorry for long time not posting :D I'm so busy (?) I really excited to post this part :) Totally it's not perfect ending but.. Yaa you can judge it after read it :D so leave your commen guys, to let me know what do you feel about this FF :) Thanks, gamsahamnida~
Author : Aldila Septiana @DillaSepti
Genre : Romance and Friendship
Language : Indonesian and little bit of Korean
Cast : Im Yoona, Choi Siwon, Lee Donghae, Jessica Jung adn other cast~
![]() |
| Siwon,Donghae,Yoona |
-AuthorPOV-
Yoona berjalan dengan lemas menuju halte untuk menunggu busa yang akan mengantarnya menuju tempat kerjanya. Yoona terduduk dan menatap jalanan dengan pandangan kosong. Tanpa ia sadari Donghae telah duduk di sampingnya. Donghae menatap Yoona dalam dan tanpa berkata apapun. Sampai akhirnya Yoona menyadari kehadiran seseorang di dekatnya.
"Oppa? Sejak kapan kau disini?" Yoona tersentak kaget
"Sejak kau melewatkan bus pertama mu" Donghae tersenyum dan membuang pandangannya menuju jalan raya yang tidak terlalu ramai
"Oh.. Hm, memang bus yang kumaksud sudah lewat? Aish, kenapa aku tidak menyadarinya" Jawab Yoona dan melihat jam tangannya cepat, "Yakk, aku sudah terlambat! Oppa aku pergi du-"
Donghae menarik tangan Yoona yang sudah berdiri hendak mencari taksi,
"Oppa? Wae?" Donghae tertunduk dan tetap memegang tangan Yoona, "Oppa, aku sudah terlambat. Biarkan aku-"
"Sebentar saja. Aku hanya ingin bicara dengan mu sebentar saja" Donghae tetap memandang ujung sepatunya
Yoona terdiam dan menuruti permintaan Donghae,
"kau tau, selama aku berada di Jepang, yang kupikirkan hanya dirimu. Setiap malam yang kutanyakan adalah keadaanmu. Setiap waktuku selalu kuhabiskan untuk membayangkanmu. Neon Arra?"
Yoona terdiam menatap Donghae yang terus menatap ujung sepatunya
"Aku mencintaimu selama 2 tahun kita bersama, dan perasaan ini tidak pernah berubah untukmu. Bahkan cintaku bertambah dari waktu ke waktu untukmu. Hatiku selalu dipenuhi akan dirimu. Aku tahu jika selama ini pun kau begitu.. Setidaknya kau pernah mencintaiku"
Yoona membuka mulutnya hendak berkata sesuatu, "Oppa.."
"Chakkaman, Dengarkan aku, chagi. Aku akan tetap mencintaimu apapun yang terjadi. Kau berpaling pun bukan kesalahanmu. ini kesalahanku yang membiarkan orang yang ku cintai sendirian jauh dariku. Aku juga tahu, Siwon sekarang telah berada di Bandara menuju Amerika"
"Oppa? Kau.. Kau.. Waeyo?" Yoona menatap Donghae tidak percaya
"Jangan buat aku terlihat buruk, oppa" Yoona menggigit bibir bawahnya, badannya mulai bergetar menahan tangis
"Kau tidak buruk" Donghae tersenyum, "Aku yang bersalah. Aku tahu kau mencintainya sekarang"
"Nugu, oppa? Nuguya?" Yoona mulai menitikkan air matanya, "Aku hanya... hanya.. mencintaimu"
Aniyo. Jangan bohongi dirimu. Kejarlah dia, dia masih menunggumu di Bandara"
"oppa?" Yoona bergetar hebat
"Gwaenchana, chagi" Donghae tersenyum dan memeluk Yoona, "Saranghae, Chagi"
"Mianhae, Oppa" Donghae mengangguk dan membiarkan Yoona berlari menjauh darinya
-Donghae POV-
"Gawechana, chagi" Aku menarik pakasa ujung bibirku agar membentuk sebuah senyuman, ia menatapku bimbang. Aku memeluknya untuk yang terakhir kali, "Saranghae, Chagi"
Hatiku bergetar. Entah apa yang kulakukan. Yang jelas aku tak ingin membuatnya bersedih. Kebahagiaannya adalah yang terpenting untukku. 2 tahun bersama dan 1 tahun ia menantiku demi keegoisanku. Aku yang meninggalkannya, dengan alasan apapun, aku tetap bersalah. Aku mencintainya dengan keegoisan.
Hatiku terluka, pasti. Aku sangat mencintainya. Bahkan aku tidak yakin dapat hidup tanpa nya. Tapi, ini lah yang ku ambil. Membiarkannya pergi dan bersama Choi Siwon.
"Mianhae, Oppa" Ini adalah akhir. Kata kata ini adalah kata perpisahan bagiku. Menusuk. Sakit.
Aku memaksakan seulas senyum dan mengangguk. Dan menatap punggungnya yang berlari menjauh. Berlari meninggalkan dunia kami. Meninggalkan 2 tahun hubungan kami. Aku terduduk di bangku halte. Menatap kendaraan berlalu lalang. mataku mulai terasa perih. Semuanya semakin menyakitkan.
'Yoona.. Aku mencintaimu, saranghae.. Saranghae, jeongmal saranghae.. Yoona ya, jeongmal mianhae. Cintaku tidak terlalu baik untuk mu. Terima kasih atas 2 tahun hatimu yang kau berikan padakau. Aku mencintaimu dengan seluruh ragaku.'
-Yoona POV-
Aku berlari dan tidak memedulikan orang-orang disekitarku. Aku hanya ingin bertemu dengannya, Choi Siwon. Aku hanya ingin segera memberitahunya bahwa aku mencintainya. Di dalam bandara, semua nampak sesak. Aku mengedarkan pandangan mencari sosoknya. Nihil. Choi Siwon, namja itu tidak ada. Ia sudah pergi dari sini. Apa yang harus kulakukan. Dadaku terasa sesak, aku tidak kuat lagi menahan ini semua. Aku terduduk lemas di lantai, menatap kosong lurus ke arahku. Kurasakan seseorang menepuk pundakku pelan
"MwohaneunGeoya?"
"Siwon-a?"Aku terpekik dan meloncat untuk segera memeluknya
"Waeyo? Ada apa?" Siwon menatapku bingung
Aku tersenyum sambil menghapus air mataku yang mengalir, "Sa.. Saranghae"
Siwon menatapku bingung, ia memiringkan kepalanya, "Mwo?"
"Saranghae.." Aku berkata lirih dan memukul bahunya saat ia tertawa, "Wae.. Waeyo?"
"Nado saranghae" Ia memelukku dan mencium keningku
"Kenapa kau-" Tiba-tiba ponselku berdering, aku mencari ponselku yang berada di dalam tas
"Yeoboseyo?"
"Yoona-ya? Ke rumah sakit sekarang juga!! Palli!!" Sica eonni berteriak di telpon
"Waeyeo, eonni?" Tanyaku heran
"Palli!! Donghae oppa, kecelakaan!! Cepat kemari!"
Lutut ku terasa lemas, dadaku sesak kembali. Walaupun aku yakin bahwa aku mencintai Siwon tapi entah, hati ku tetap khawatir pada Haeppa.
"Waeyo?"
"Donghae... Kecelakaan" Siwon menahan tubuhku
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang" Aku terdiam, pikiranku kosong. yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana bisa semua ini terjadi begitu cepat?
-Sica POV-
Aku berjalan dengan khawatir di depan pintu ruang UGD. Aku takut sesuatu terjadi padanya. Selama ini yang kutakutkan akhirnya terjadi juga. Aku sangat mengetahui rasa cinta Donghae pada Yoona. Dan aku yakin suatu saat ini akan terjadi. Selama ini yang kulakukan hanya diam menahan setiap gejolak yang ada di dalam hati dan pikiranku.
Donghae, sahabat ku sejak kecil. Tapi, dia lebih memilih sahabat ku yang lain. Dilema. Aku berusaha membantu hubungan mereka dengan menahan rasa perihku. Tapi, entah apa yang ada dipikirannya hingga bisa melakukan ini. Yoona memang semakin dekat dengan Siwon semenjak Donghae memutuskan pergi ke Jepang.
Aku memang mencintainya. Selama ini aku menyembunyikannya. Selama ini tak ada satu orang pun yang tahu. Termasuk ia. Dan aku akan sangat menyesal jika harus melihat dia pergi tanpa tahu perasaanku. Aku menatap Yoona dan Siwon diujung mataku. Perasaan sakit kembali menyeruak di hatiku. Air mataku bahkan tidak mampu keluar.
Aku memicingkan mataku menatap Yoona
"Eonni? Bagaimana keadaan oppa?" Tanyanya lemah, entah mengapa saat ini aku sungguh malas mendengar suaranya.
"Kau masih bertanya? Coba kau lihat sendiri" Ucapku pelan dan sinis
Yoona menatapku heran dan berjalan ke arah pintu ruang UGD dan mengintip dari balik kaca kecil
"Ya tuhan, eottekhae? Apa yang kulakukan?" Yoona menutup mulutnya dan bersandar pada Siwon
"Gwaenchana, ini bukan salahmu" Siwon memeluk Yoona. Mereka... Menjijikan.
"Siapa yang bersalah jika bukan dia?" Ucapku sarkastik
"Sica-sii!" Sieon menahan suaranya
"Eonni?"
"Karena kau Donghae seperti ini. Karena kalian ia seperti ini. Ia mencintaimu hingga rela melepasmu! Apa yang ada di pikiranmu Hah?" Aku menatap mereka nanar, air mata mulai mengalir perlahan
"Jessica!!" Siwon mulai membentakku
"Apa? Memang ini salahmu Yoong! Karena kau aku menahan semua yang aku rasakan. Aku berusaha membuang perasaanku demi Donghae agar dapat bersamamu! Kau mungkin tidak pernah tahu! Bagaimana perasaanku, Hah?" Aku mulai menangis, aku ingin meluapkan semuanya sekarang. Harus ada yang mengetahui tentang perasaanku
"Jung Soo Yeon!!" Siwon mendorongku pelan, "Apa yang kau katakan?"
"Apa? Kau belum mengerti? Ya kalian tidak akan mengerti! Setiap hari aku hanya melihat kau dan Donghae bermesraan. Tanpa kalian ketahui perasaan ku kan? Membantu kebersamaan kalian! Dan berusaha tidak peduli dengan isi hatiku!"
Aku terduduk. Aku mulai bergetar hebat. Rasa sakit di hatiku mulai membuatku lemah kembali. Perasaanku ini.. Kembali membuatku sakit.
-FLASHBACK-
Jessica menatap Donghae dari jauh. Donghae terus menatap jalanan dengan lemah. Jessica berjalan pelan mendekati Donghae yang terdiam kaku. Sica hendak membuka suaranya memanggil Donghae. Saat Donghae mulai berjalan dan menatap lurus ke depan. Sica mulai merasa heran melihat Donghae yang berjalan tanpa memperdulikan sekitarnya.
Sica mulai menyadari keanehan saat Donghae mulai mendekati jalan raya,
"Oppa!!" Sica berteriak dan berlari secepat yang ia bisa walaupun harus menabrak orang disekitarnya. Sementara itu Donghae tidak mendengar teriakan Sica. Sica mulai panik saat Donghae telah berada dalam bagian jalan raya
"Oppa!! Awas!! Jangan kesana! Oppaa!!!" Jessica menutup mulutnya tidak percaya saat semua itu terjadi. Sica mulai merasa sakit di hatinya. Beribu paku menusuk hatinya. Langkah kakinya mulai terasa berat
"Oppa? Oppa? Yakk, Lee Donghae!! jangan bercanda seperti ini" Sica memukul bahu Donghae yang tergeletak tak berdaya. Air mata mengalir deras di pipinya.
Sica memeluk tubuh bersimbah darah Donghae. Semua terjadi begitu cepat dan begitu singkat
"Lee Donghae.. Kenapa kau lakukan seperti apa yang kau katakan? Waeyo?" Airmata turun semakin deras. Terus menangis tanpa memperdulikan bajunya yang mulai kotor dengan merah darah milik Donghae
-FLASHBAK END-
-Author POV-
Jessica, Siwon dan Yoona menemani Donghae yang belum juga tersadar dengan was-was. Suasana bisu menyelimuti ruangan itu. Semua nampak sibuk dengan pikiran yang berkecamuk dalam benak mereka masing-masing. Jessica terbelalak saat tangannya disentuh oleh sebuah tangan kokoh yang dingin dan terlihat lemah.
"Oppa? Kau.. Aku akan panggil dokter!" Sica hendak menekan tombol di dekatnya tapi di tahan oleh Donghae
"Sica.."Panggil Donghae lirih, "Gomawo telah menemaniku sampai disini. Gomawo untuk semua perhatian dan kasih sayang yang telah kau berikan padaku. Mianhae, bahkan sampai saat ini aku belum bisa membalasmu"
"Op- Oppa.."Sica berkata lirih sambil terus mendengarkan perkataan Donghae yang terbata-bata
"Mianhae, Sica-ya. Kau adalah sahabat terbaikku" Donghae tersenyum lemah
Jessica mulai meneteskan air matanya, pundaknya mulai berguncang hebat
"Jangan menangis untukku Sica. Tersenyumlah" Jessica mengangguk dan memalingkan wajahnya, "Siwon-a, yoona-ya..."
"Oppa? Gwaenchana?" Yoona menahan air mata dipelupuk matanya
Donghae tersenyum tipis, "Gomawo kalian masih tetap berada disini menemaniku. Siwon-a kumohon jaga dia"
Siwon mengangguk mantap dan menatap Donghae, "Aku akan menjaganya, untuk mu dan untuk hatiku, Donghae-sii"
Donghae tersenyum lirih dan mengangguk pelan, "Ini saatnya..." Suara Donghae mulai melemah, semakin lemah. Donghae menatap Sica dan Yoona bergantian, "Na halkae..yo" Donghae menarik nafas dalam dan berhenti...
"Oppa!!!! Oppa!" Yoona mengguncang bahu Donghae dan menjerit sekuat yang ia mampu. Sica menangis tanpa suara dengan bahu yang berguncang dengan kencang
Jessica segera berbalik dan keluar dari ruangan itu. Ia berjongkok di depan pintu, tak sanggup menahan rasa sakit dihatinya. Bahkan ia seperti mulai tak mampu untuk mengehela nafas. Sica merogoh saku nya dan mengambil ponselnya dengan air mata yang terus mengalir dan berusaha mendengar Voice Note yang masuk
'Sica ya.. Aku sudah tidak sanggup menahan perasaanku. Berpura-pura seperti aku tidak mengetahui apapun. Sica, aku telah mengetahui hubungan mereka. Mungkin begini rasanya menjadi dirimu selama ini. ha-ha sangat menyakitkan. Mianhae Sica. Aku tahu apa yang selama ini kau rasakan. Tapi maaf, aku tidak bisa meninggalkannya. Kau.. Akan selalu ada dihatiku, menjaga ruang spesial yang tak terganti. Sica, gwaenchana. Setelah hari ini, aku, kau dan mereka pasti bisa tersenyum. Kau tahu perkataan ini, "Love is not always together" Tapi bagiku, cinta harus bersama. Cinta harus selalu bersama. Dengan begini aku yakin, aku dapat bersama denganmu dan dengannya. Inilah cinta yang ku maksud. Sica ya.. Gomawoyo, untuk menemaniku. Mianhae, aku tak dapat membalas cintamu. Tersenyumlah, Sica ya. Lee Donghae-'
[Received automatic from sender]
-THE END-
It's finished!! Mianhae if the ending is not good enough :) So please like or comment :) I'll make a new story after this :) Give me your support guys :) Thanks for reading. Gomawoyo~ *bow*
"Gawechana, chagi" Aku menarik pakasa ujung bibirku agar membentuk sebuah senyuman, ia menatapku bimbang. Aku memeluknya untuk yang terakhir kali, "Saranghae, Chagi"
Hatiku bergetar. Entah apa yang kulakukan. Yang jelas aku tak ingin membuatnya bersedih. Kebahagiaannya adalah yang terpenting untukku. 2 tahun bersama dan 1 tahun ia menantiku demi keegoisanku. Aku yang meninggalkannya, dengan alasan apapun, aku tetap bersalah. Aku mencintainya dengan keegoisan.
Hatiku terluka, pasti. Aku sangat mencintainya. Bahkan aku tidak yakin dapat hidup tanpa nya. Tapi, ini lah yang ku ambil. Membiarkannya pergi dan bersama Choi Siwon.
"Mianhae, Oppa" Ini adalah akhir. Kata kata ini adalah kata perpisahan bagiku. Menusuk. Sakit.
Aku memaksakan seulas senyum dan mengangguk. Dan menatap punggungnya yang berlari menjauh. Berlari meninggalkan dunia kami. Meninggalkan 2 tahun hubungan kami. Aku terduduk di bangku halte. Menatap kendaraan berlalu lalang. mataku mulai terasa perih. Semuanya semakin menyakitkan.
'Yoona.. Aku mencintaimu, saranghae.. Saranghae, jeongmal saranghae.. Yoona ya, jeongmal mianhae. Cintaku tidak terlalu baik untuk mu. Terima kasih atas 2 tahun hatimu yang kau berikan padakau. Aku mencintaimu dengan seluruh ragaku.'
-Yoona POV-
Aku berlari dan tidak memedulikan orang-orang disekitarku. Aku hanya ingin bertemu dengannya, Choi Siwon. Aku hanya ingin segera memberitahunya bahwa aku mencintainya. Di dalam bandara, semua nampak sesak. Aku mengedarkan pandangan mencari sosoknya. Nihil. Choi Siwon, namja itu tidak ada. Ia sudah pergi dari sini. Apa yang harus kulakukan. Dadaku terasa sesak, aku tidak kuat lagi menahan ini semua. Aku terduduk lemas di lantai, menatap kosong lurus ke arahku. Kurasakan seseorang menepuk pundakku pelan
"MwohaneunGeoya?"
"Siwon-a?"Aku terpekik dan meloncat untuk segera memeluknya
"Waeyo? Ada apa?" Siwon menatapku bingung
Aku tersenyum sambil menghapus air mataku yang mengalir, "Sa.. Saranghae"
Siwon menatapku bingung, ia memiringkan kepalanya, "Mwo?"
"Saranghae.." Aku berkata lirih dan memukul bahunya saat ia tertawa, "Wae.. Waeyo?"
"Nado saranghae" Ia memelukku dan mencium keningku
"Kenapa kau-" Tiba-tiba ponselku berdering, aku mencari ponselku yang berada di dalam tas
"Yeoboseyo?"
"Yoona-ya? Ke rumah sakit sekarang juga!! Palli!!" Sica eonni berteriak di telpon
"Waeyeo, eonni?" Tanyaku heran
"Palli!! Donghae oppa, kecelakaan!! Cepat kemari!"
Lutut ku terasa lemas, dadaku sesak kembali. Walaupun aku yakin bahwa aku mencintai Siwon tapi entah, hati ku tetap khawatir pada Haeppa.
"Waeyo?"
"Donghae... Kecelakaan" Siwon menahan tubuhku
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang" Aku terdiam, pikiranku kosong. yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana bisa semua ini terjadi begitu cepat?
-Sica POV-
Aku berjalan dengan khawatir di depan pintu ruang UGD. Aku takut sesuatu terjadi padanya. Selama ini yang kutakutkan akhirnya terjadi juga. Aku sangat mengetahui rasa cinta Donghae pada Yoona. Dan aku yakin suatu saat ini akan terjadi. Selama ini yang kulakukan hanya diam menahan setiap gejolak yang ada di dalam hati dan pikiranku.
Donghae, sahabat ku sejak kecil. Tapi, dia lebih memilih sahabat ku yang lain. Dilema. Aku berusaha membantu hubungan mereka dengan menahan rasa perihku. Tapi, entah apa yang ada dipikirannya hingga bisa melakukan ini. Yoona memang semakin dekat dengan Siwon semenjak Donghae memutuskan pergi ke Jepang.
Aku memang mencintainya. Selama ini aku menyembunyikannya. Selama ini tak ada satu orang pun yang tahu. Termasuk ia. Dan aku akan sangat menyesal jika harus melihat dia pergi tanpa tahu perasaanku. Aku menatap Yoona dan Siwon diujung mataku. Perasaan sakit kembali menyeruak di hatiku. Air mataku bahkan tidak mampu keluar.
Aku memicingkan mataku menatap Yoona
"Eonni? Bagaimana keadaan oppa?" Tanyanya lemah, entah mengapa saat ini aku sungguh malas mendengar suaranya.
"Kau masih bertanya? Coba kau lihat sendiri" Ucapku pelan dan sinis
Yoona menatapku heran dan berjalan ke arah pintu ruang UGD dan mengintip dari balik kaca kecil
"Ya tuhan, eottekhae? Apa yang kulakukan?" Yoona menutup mulutnya dan bersandar pada Siwon
"Gwaenchana, ini bukan salahmu" Siwon memeluk Yoona. Mereka... Menjijikan.
"Siapa yang bersalah jika bukan dia?" Ucapku sarkastik
"Sica-sii!" Sieon menahan suaranya
"Eonni?"
"Karena kau Donghae seperti ini. Karena kalian ia seperti ini. Ia mencintaimu hingga rela melepasmu! Apa yang ada di pikiranmu Hah?" Aku menatap mereka nanar, air mata mulai mengalir perlahan
"Jessica!!" Siwon mulai membentakku
"Apa? Memang ini salahmu Yoong! Karena kau aku menahan semua yang aku rasakan. Aku berusaha membuang perasaanku demi Donghae agar dapat bersamamu! Kau mungkin tidak pernah tahu! Bagaimana perasaanku, Hah?" Aku mulai menangis, aku ingin meluapkan semuanya sekarang. Harus ada yang mengetahui tentang perasaanku
"Jung Soo Yeon!!" Siwon mendorongku pelan, "Apa yang kau katakan?"
"Apa? Kau belum mengerti? Ya kalian tidak akan mengerti! Setiap hari aku hanya melihat kau dan Donghae bermesraan. Tanpa kalian ketahui perasaan ku kan? Membantu kebersamaan kalian! Dan berusaha tidak peduli dengan isi hatiku!"
Aku terduduk. Aku mulai bergetar hebat. Rasa sakit di hatiku mulai membuatku lemah kembali. Perasaanku ini.. Kembali membuatku sakit.
-FLASHBACK-
Jessica menatap Donghae dari jauh. Donghae terus menatap jalanan dengan lemah. Jessica berjalan pelan mendekati Donghae yang terdiam kaku. Sica hendak membuka suaranya memanggil Donghae. Saat Donghae mulai berjalan dan menatap lurus ke depan. Sica mulai merasa heran melihat Donghae yang berjalan tanpa memperdulikan sekitarnya.
Sica mulai menyadari keanehan saat Donghae mulai mendekati jalan raya,
"Oppa!!" Sica berteriak dan berlari secepat yang ia bisa walaupun harus menabrak orang disekitarnya. Sementara itu Donghae tidak mendengar teriakan Sica. Sica mulai panik saat Donghae telah berada dalam bagian jalan raya
"Oppa!! Awas!! Jangan kesana! Oppaa!!!" Jessica menutup mulutnya tidak percaya saat semua itu terjadi. Sica mulai merasa sakit di hatinya. Beribu paku menusuk hatinya. Langkah kakinya mulai terasa berat
"Oppa? Oppa? Yakk, Lee Donghae!! jangan bercanda seperti ini" Sica memukul bahu Donghae yang tergeletak tak berdaya. Air mata mengalir deras di pipinya.
Sica memeluk tubuh bersimbah darah Donghae. Semua terjadi begitu cepat dan begitu singkat
"Lee Donghae.. Kenapa kau lakukan seperti apa yang kau katakan? Waeyo?" Airmata turun semakin deras. Terus menangis tanpa memperdulikan bajunya yang mulai kotor dengan merah darah milik Donghae
-FLASHBAK END-
-Author POV-
Jessica, Siwon dan Yoona menemani Donghae yang belum juga tersadar dengan was-was. Suasana bisu menyelimuti ruangan itu. Semua nampak sibuk dengan pikiran yang berkecamuk dalam benak mereka masing-masing. Jessica terbelalak saat tangannya disentuh oleh sebuah tangan kokoh yang dingin dan terlihat lemah.
"Oppa? Kau.. Aku akan panggil dokter!" Sica hendak menekan tombol di dekatnya tapi di tahan oleh Donghae
"Sica.."Panggil Donghae lirih, "Gomawo telah menemaniku sampai disini. Gomawo untuk semua perhatian dan kasih sayang yang telah kau berikan padaku. Mianhae, bahkan sampai saat ini aku belum bisa membalasmu"
"Op- Oppa.."Sica berkata lirih sambil terus mendengarkan perkataan Donghae yang terbata-bata
"Mianhae, Sica-ya. Kau adalah sahabat terbaikku" Donghae tersenyum lemah
Jessica mulai meneteskan air matanya, pundaknya mulai berguncang hebat
"Jangan menangis untukku Sica. Tersenyumlah" Jessica mengangguk dan memalingkan wajahnya, "Siwon-a, yoona-ya..."
"Oppa? Gwaenchana?" Yoona menahan air mata dipelupuk matanya
Donghae tersenyum tipis, "Gomawo kalian masih tetap berada disini menemaniku. Siwon-a kumohon jaga dia"
Siwon mengangguk mantap dan menatap Donghae, "Aku akan menjaganya, untuk mu dan untuk hatiku, Donghae-sii"
Donghae tersenyum lirih dan mengangguk pelan, "Ini saatnya..." Suara Donghae mulai melemah, semakin lemah. Donghae menatap Sica dan Yoona bergantian, "Na halkae..yo" Donghae menarik nafas dalam dan berhenti...
"Oppa!!!! Oppa!" Yoona mengguncang bahu Donghae dan menjerit sekuat yang ia mampu. Sica menangis tanpa suara dengan bahu yang berguncang dengan kencang
Jessica segera berbalik dan keluar dari ruangan itu. Ia berjongkok di depan pintu, tak sanggup menahan rasa sakit dihatinya. Bahkan ia seperti mulai tak mampu untuk mengehela nafas. Sica merogoh saku nya dan mengambil ponselnya dengan air mata yang terus mengalir dan berusaha mendengar Voice Note yang masuk
'Sica ya.. Aku sudah tidak sanggup menahan perasaanku. Berpura-pura seperti aku tidak mengetahui apapun. Sica, aku telah mengetahui hubungan mereka. Mungkin begini rasanya menjadi dirimu selama ini. ha-ha sangat menyakitkan. Mianhae Sica. Aku tahu apa yang selama ini kau rasakan. Tapi maaf, aku tidak bisa meninggalkannya. Kau.. Akan selalu ada dihatiku, menjaga ruang spesial yang tak terganti. Sica, gwaenchana. Setelah hari ini, aku, kau dan mereka pasti bisa tersenyum. Kau tahu perkataan ini, "Love is not always together" Tapi bagiku, cinta harus bersama. Cinta harus selalu bersama. Dengan begini aku yakin, aku dapat bersama denganmu dan dengannya. Inilah cinta yang ku maksud. Sica ya.. Gomawoyo, untuk menemaniku. Mianhae, aku tak dapat membalas cintamu. Tersenyumlah, Sica ya. Lee Donghae-'
[Received automatic from sender]
-THE END-
It's finished!! Mianhae if the ending is not good enough :) So please like or comment :) I'll make a new story after this :) Give me your support guys :) Thanks for reading. Gomawoyo~ *bow*

0 komentar:
Posting Komentar