This all of my world. Just share what I want to sharing with you guys! Have fun and enjoy~

Kamis, 28 Februari 2013

[FanFiction] Why It's so Difficult Part 4

Annyeonghaseyo guys^^ First I want to say thanks to read my previous FF :) But please leave a comment :( So I can know what do you think about my FF. Is that great? Bad or what. Oke? So please leave a comment :) And now, Guys. This is the part 4, yeaay. I hope you can enjoy my FF. oke? Check it out and don't forget leave the comment after reading. Happy reading guys~

Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romantic and Friendship
Language : Indonesian and a little bit of Korean

Lee Donghae, Im YoonA, Choi Siwon
Cast : Im YoonA, Lee Donghae, Choi Siwon, Other SNSD member and Super Junior Member

-Continue From Part 3-
-Donghae POV-

Aku merangkulnya erat. Aku merindukannya. Sangat merindukannya. Yeoja cantik yang telah mengisi hatiku selama 1,5 tahun. Dan yeoja yang telah kutinggalkan selama 1 tahun. Aku sangat merindukan setiap detik bersamanya seperti saat ini. Aku selalu merindukan cahaya dari matanya, senyumnya yang selalu mengembang indah. Tapi, entah mengapa hari ini aku tak melihat semua itu. Ia tersenyum tapi tak memancarkan matahari. Matanya bersinar tapi tak memancarkan sinar bintang.

Ya tuhan, apa yang terjadi pada gadisku? Aku bertahan hidup seperti ini hanya untuk dirinya. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk melakukan apapun untuknya. Apa yang terjadi padanya?

"Hm, kau sudah makan malam?" Aku mengelus rambutnya lembut
"Belum, tapi aku tidak lapar" Ia menatap ujung sepatunya
"Wae? Ada masalah? Ceritakan padaku" Ia terdiam, dan tak lama pundaknya bergetar. Ia menangis? Benar dugaanku, ia memiliki sebuah masalah. Aku tak tega melihatnya seperti ini
"Waeyo chagi? Jangan menangis. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini. Jangan seperti ini, aku tidak bisa melihatmu menangis, chagi"

Hatiku hancur, sakit. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama kami tidak bertemu, dan di pertemuan pertama kami orang yang kucintai menangis di hadapanku. Apa yang harus kulakukan? Aku memeluknya erat, berusaha memberikan kekuatan padanya. Entah apa masalahnya dan apakah dia akan menceritakannya padaku atau tidak, yang terpenting ia tidak menangis. Aku ingin kembali melihat senyumnya. Karena aku mencintainya, sangat mencintainya.

-Yoona POV-
"Wae? Ada masalah? Ceritakan padaku" Oppa tersenyum, kenapa disaat seperti ini dia tersenyum? Kenapa ia tetap mencintaiku? Kenapa ia tetap memperhatikanku?

Aku tidak pantas mendapatkan semua itu darinya. Aku telah mengkhianatinya. Aku jahat karena ternyata aku memang mencintai Siwon oppa. Aku tidak bisa memilih diantara mereka. Perhatiannya semakin menyesakkan hatiku. Hatiku semakin terasa sakit menerima kenyataan ini. Kegelisahanku memuncak, air mata mulai memenuhi pelupuk mataku. Aku berusaha menahannya tapi percuma. Air mata ini terlalu kuat. Pundakku mulai berguncang.
"Waeyo chagi? Jangan Menangis. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini. Jangan seperti ini, aku tidak bisa melihatmu menangis, chagi"
Ia masih mencintaiku? Ya tuhan, betapa jahatnya aku. Aku mengkhianatinya. Dadaku sesak dan semakin sakit
"Oppa...Aku mau pulang saja" Aku mengelap air mataku, "Maaf membuatmu khawatir"
"Biar ku antar" Oppa menahanku, aku menggeleng pelan
"Kau pulang saja, oppa. Kau pasti lelah kan baru sampai?" Aku memaksakan seulas senyuman, "Jaljayo oppa"

Aku tersenyum dan segera berjalan menjauh darinya. Aku tidak bisa membiarkannya terus melihatku menangis. Oppa, maafkan aku yang tidak menggunakan kepercayaan mu dengan baik. Mianhae, oppa. Tapi, Siwon oppa yang menemaniku saat kau tidak ada. Ya tuhan, apa ini? Kenapa sangat sulit? Siapa yang harus ku pilih, tuhan?

_To be continued_

Yapp Part 4 is finished. What do you think guys? Sorry if I have a mistake there ^^ But thanks to reading my FF. And I hope you want to give me your comment. To make me give up :) Hm.. This story will be end in the Part 5. So waiting for that part, guys~ Thank you so much :* Pai paiii
Read More

Selasa, 26 Februari 2013

[FanFiction] Why It's So Difficult Part 3

Annyeonghaseyo^^ How are you guys? Hm, sorry for late uploading this part. Because I'm sick. Oke Now Check it out Guys^^ Happy Reading~

Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romantic and Friendship 
Language : Indonesian and a little bit of Korean
Lee DongHae, Im YoonA, Choi SiWon
 Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Lee Donghae, Member SNSD and Member Super Junior

-CONTINUE from Part2-
~Author POV~
Yoona merapikan rambutnya sekali lagi. Memastikan barang bawaannya di tas tangan warna putihnya. Setelah yakin dengan isi tasnya Yoona segera keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk mengambil segelas air
"Eonni, kau akan pergi sekarang?" Seohyun memanggil Yoona sambil memakan tomat
"Ne, Waeyo?"
"Tolong belikan aku tomat dan wortel ya. Persediaan sudah habis" Seohyun mendekat di samping Yoona, "Gomawo, eon"
"Ne cheonma. Kau akan terus berdiam diri di rumah?" Yoona mengangkat dagunya tinggi-tinggi
"Ani. Hanya sampai aku dapat pekerjaan baru" Seohyun mengerucutkan bibirnya
"Yaa terserah kau saja. Na halkae" Yoona keluar dari apartemennya dan berjalan menuju lift

Yoona menunggu beberapa saat sampai terdengar dentingan. Yoona bersiap masuk saat pintu mulai terbuka. Sambil melihat ponselnya Yoong segera masuk dan berdiri di sebelah seorang pria. Yoona membalas email dari Kim Ye Rin temannya di tempat kerja tanpa memperhatikan namja di sampingnya.
"Yakk, teruslah fokus pada ponselmu itu" Ucap namja di sebelahnya, Yoona segera mengangkat kepalanya dengan cepat
"Oppa? Kau? Kau kenapa disini? Mianhae aku tak melihatmu" Yoona segera memasukkan ponselnya ke dalam tas
"Menjemputmu. Semalam kau sudah menemaniku jadi hari ini aku akan mengantarmu" Siwon tersenyum manis
"Aishh tidak perlu. Aku masih bisa berjalan sendiri. Neon arra?" Yoona mencibir
"Tak apa, sesekali. Jam berapa kau masuk kerja?"
"Jam 8, waeyo?"
"Ani, kita beli kopi dulu, eotte?" Siwon menarik tangan Yoona untuk segera masuk ke mobilnya

Yoona melirik jam tangannya dengan cepat dan mengangguk. Siwon segera mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju sebuah cafe milik temannya. Setelah sampai, Siwon segera menggandeng Yoona dan berdiri di depan kasir.
"Siwon-a? Mwohaneungoya?" Sapa seorang namja manis dengan wajah yang sedikit misterius
"Tentu saja aku ingin membeli kopimu kan? kkk" Siwon tertawa
"Yaak aku juga tau. Tapi sudah lama kau tidak kemari. Kau mau pesan apa?"
"Sepertinya terakhir aku kesini seminggu yang lalu kan, Yesung hyung? Kau sudah lupa apa pesananku setiap pagi?" Siwon memicingkan matanya bercanda
"Americano? Lalu yeoja itu?" Yesung menatap Yoona heran
"Ah ya, kau mau apa?" Siwon beralih pada Yoona
"Emh Mocca" Yoona menunduk dan diam
"Mocca dan Americano" Siwon tersenyum pada Yesung
"Nugu-ya? Yeoja chingu? Kenapa tak kau kenalkan padaku,hah?" Yesung menyiapkan kopi pesanan Siwon
"Bukan, kau akan tau nanti" Siwon berbisik pada Yesung, "Gomawo hyung. Na halkae, aku akan kembali nanti"

Siwon memberikan Mocca pada Yoona dan masuk ke dalam mobil. Siwon menjalankan mobilnya pelan sambil menyeruput kopinya. Diam, tidak ada yang bicara dalam mobil semua terdiam sampai Siwon menghentikan mobilnya di dekat sungai Han.

~Yoona POV~
Aku mengangkat wajahku dari ponsel saat oppa mematikan mesin mobilnya. Aku segera mengedarkan pandangaku untuk meyakinkan apa yang baru kulihat. Sungai Han?
"Kenapa berhenti disini? Oppa?" aku menatap Siwon oppa heran
"Mianhae, aku harus meminjammu sebentar dari pekerjaanmu. Tak apa?" Siwon oppa menatapku

Ada apa ini? Kenapa terlihat canggung?
"Yoona-ya.. Persahabatan kita sudah sangat lama, 3 tahun. Selama itu pula aku selalu membebani mu dengan semua masalahku. Aku yang selalu menjadikanmu tempat perlindunganku. Tempat dimana aku harus bersembunyi. Tempat pertama dan terakhir yang aku tuju dalam semua masalahku. Terakhir masalahku yang kemarin. Aku sangat menyusahkanmu kan?" Ia menatapku

Matanya! Kenapa seperti itu? Aku tidak bisa menatapnya. Jantungku mulai berdegup kencang! Kenapa bisa? Seharusnya jantungku berdegup seperti ini hanya untuk Donghae Oppa! Ani. Ini tidak boleh!
"Mianhae, aku mengalah pada ayahku" Siwon membuang tatapan nya pada Sungai Han yang mengalir pelan dan tenang
"Mwo? Oppa? Jinjja? Oppa?" Aku menatapnya tak percaya
"Aku terlalu menyayanginya. Ia semakin tua. Aku akan pergi besok malam, yoona-ya. Gomawo untuk 3 tahun ini" Ia menggenggam tanganku

Aku menggeleng kuat. Aku tidak mungkin membiarkannya pergi. 3 tahun ini hanya dia yang mampu mendengarkanku. Aku pun bergantung padanya. Aku mendengarkannya karena aku ingin. Aku nyaman bersamanya seperti nyamanku pada Donghae oppa. Pandanganku mulai kabur tertutup airmata, airmata itu mulai membasahi pipiku. Berat. Tidak mungkin dan tidak bisa melepaskannya. Aku tau ini aneh tapi memang tidak bisa! Aishh jinjja! Eotteohkae?
"Yoona? Waeyo? Gwenchana" Siwon oppa memelukku, "Tak apa. Setahun sekali aku akan pulang, tenanglah"

Bagaimana kau bisa tenang? Ia tak merasakan apa yang kurasakan! Aku tau ini tidak boleh terjadi tapi hatiku sakit. Sangat sakit. Apa yang harus kulakukan?
"Yoona-ya. Dengarkan aku, aku akan terus bersamamu. Kau masih bisa mengirimiku e-mail kan? Tenanglah, kita masih bisa bertukar pikiran. Setidaknya aku tidak akan terlalu menyusahkanmu lagi kan? Ayolah berhenti. Aku tidak bisa terus melihatmu seperti ini, Yoona!"

Aku menahan tangisku, aku mengusap air mataku dengan cepat. Dadaku sesak, nafasku memburu.
"Gwenchanayo?" Aku mengangguk pelan, "Mianhae yoona. Ini pilihanku"
Aku mengangguk dan mengelap sisa air mataku dengan tisu
"Jadi ke tempat kerjamu? Kajja, aku antar sekarang" Siwon oppa menjalankan mobilnya dengan kikuk
Aku terdiam dalam perjalanan. Berusaha menahan air mataku agar tidak tumpah kembali. Karena aku tahu dia membenci yeoja yang menangis di depannya. Aku segera membuka pintu mobil saat oppa menghentikan mobilnya di sebuah restoran kecil.
"Gomawo, oppa" Aku melambai dan segera masuk tanpa menunggunya pergi terlebih dulu.

Aku segera masuk ke ruang ganti karyawan, untung restoran belum dibuka. Mungkin masalahku akan bertambah jika itu terjadi. Aku segera membuka lokerku, memasukkan tas dan mengambil baju seragamku.
"Yoona-ya? Darimana kau? Kenapa baru datang?" Ye Rin bersandar di dekat lokerku, "Yaak? Kau habis menangis? Gwencahana? Kau tidak ingin pulang saja?"
Aku menggeleng pelan, "Gwenchana" Aku seger masuk ke kamar ganti dan mengganti bajuku

****
Aku berjalan pelan keluar dari restoran tempatku bekerja. Hari sudah gelap, pukul 8 malam. Aku sedang tidak ingin segera pulang. Bebanku masih terlalu banyak. Aku segera berjalan ke supermarket dekat restoran untuk mebeli pesanan Seohyun dulu. Aku berjalan gontai mencari Wortel dan tomat pesanan Seohyun. Setelah selesai aku segera membayarnya di kasir.
"Yoona-ya?" Aku berbalik dengan malas mendengar seseorang memanggil namaku, "Mwohaneungoya?"
"Ah, oppa? Kau sudah pulang? Kenapa tidak memberitahu aku?" Aku menatap Donghae oppa tidak percaya
"Kejutan" Ia mengacak rambutku, "Kau habis kerja? Kajja kita pulang bersama"
Aku mengangguk pelan, "Aku tidak ingin pulang sekarang"
"Wae? Baiklah, kita ke taman saja" Donghae oppa merangkulku dan melangkah pelan

Aku senang Donghae oppa pulang. Sudah hampir 1 tahun dia di Jepang. Tapi, entah kenapa aku masih gelisah dengan Siwon oppa. Bagaimana ini? Apa aku berkhianat dari Donghae oppa? Apa yang harus kulakukan? Apa salah jika aku mencintai mereka berdua? Ya Tuhan, aku bingung. Aku tidak bisa memilih satu di antara mereka!

_To Be Continued_

What do you think guys? Sorry if I had some typo there :( But please leave a comment after reading. I need your voice to make a better FF :) Thanks to reading my FF, guys. Wait for next FF, guys. Maybe you have request? Just tell me :) And maybe I'll make that XD Thanks~
Read More

Minggu, 10 Februari 2013

[FanFiction] Why It's So Difficult Part 2

Annyeonghaseo^^
It's second time I wrote my Fan Fiction here :) I hope you like it guys. And please leave your comment after read my FF :) Don't be silent reader. Oke, Let's enjoy my FF :) Thanks, gomawo^^

Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romantic and Friendship
Language : Indonesian and little bit of Korean
Lee Donghae, Im YoonA and Choi Siwon
Cast : Choi SiWon, Im YoonA, Lee DongHae, Other Member Super Junior and Other Member SNSD

-CONTINUE from Part1-
"Gwenchanayo, Oppa-ya?" Yoona mengambil segelas kopi hangat yang diberikan Siwon
"Ani, Seperti biasa, keluargaku. Abeoji memaksaku untuk segera meneruskan perusahaannya yang ada di Amerika" Siwon menghela nafas
"Lalu?"
"Tentu aku menolaknya. Hanya saja, aku merasa tidak sopan jika membantahnya terus menerus. Selama ini ia masih diam ketika aku membantah keinginannya" Siwon terdiam, "Aku menyayanginya, tapi aku tidak bisa jika harus pergi ke Amerika, karena aku tidak ingin menjadi penerusnya. Kau mengerti kan?"
 "Aku mengerti, sangat mengerti. Karena kau selalu bercerita padaku tentang semua masalah keluargamu. Teruskan ceritamu, aku mendengarkanmu"
"Tapi semakin hari abeoji terus memaksaku. Bahkan ia terkadang berkata kasar atau memukulku. Tadi, ia berkata bahwa akan menikahkanku dengan salah seorang putri dari salah satu teman pengusahanya"
 Siwon menendang batu kerikil di depannya, "Semakin  hari tuntutannya semakin banyak dan aneh. Ah, eotteokhae, Yoona-ya?"
Yoona menepuk punggung Siwon pelan, "Bersabarlah oppa. Mungkin appamu mempunyai maksud sendiri. Tapi jika memang kau tidak ingin untuk mengikuti kemauan appamu katakan lah dengan tegas. Mianhae oppa. Aku tidak bisa banyak membantumu"

Yoona memeluk Siwon, berniat memberikan ketenangan untuk Siwon. Siwon menghela nafas panjang dan membalas pelukan Yoona. Baginya, hanya pelukan inilah yang mampu menenangkan kegundahannya saat ini, kemarin dan yang akan datang. Siwon membutuhkan Yoona, itu yang selalu dia pikirkan.
'A-yo GG!! Sijakhae bollka? Omo!' Yoona mengambil ponselnya yang berbunyi keras
"Yeoboseyo? Ne eonni?" Yoona memicingkan matanya, "Ah, mianhae, iya aku akan kembali. Ne, annyeong" Yoona memasukkan ponselnya ke saku celananya
"Nuguya?" Siwon menatap Yoona
"Hem, Taeng eonni. Ia menannyakan keberadaanku dan menyuruhku untuk segera kembali"
"Aishii, mianhae Yoona-ya. Ayo kita segera kembali" Siwon segera menyalakan mesin mobilnya dan mengantar Yoona kembali ke apartemen nya

Yoona terdiam menatap memar yang ada di wajah Siwon. Wajah tampannya tidak luntur hanya sedikit terluka. Yoona membelai pipi Siwon lembut. Siwon tersentak kaget saat Yoona menyentuh pipinya.
"Yoona-ya? Wae?" Tanyanya sedikit memalingkan wajah dari jalanan
"Ah, ani. Aku hanya prihatin dengan lukamu ini. Apa sakit? Kau harus segera mengobatinya oppa"
Siwon tersenyum dan menghentikan mobilnya di depan apartemen Yoona. Ia segera turun dan membuka kan pintu untuk Yoona.
"Biar kuantar sampai dalam" Siwon menggandeng tangan Yoona dan berjalan dalam diam menuju pintu apartemen Yoona
"Gomawo oppa" Yoona tersenyum dan hendak membuka pintu apartemennya
"Yoona-ya, mianhae, setiap ada masalah aku selalu datang padamu dan selalu menyusahkanmu. Seperti malam ini, aku tahu udara sangat dingin tapi aku malah mengajakmu keluar. Mian"
Yoona mengangguk dan tersenyum, "Gwenchana oppa" Yoona segera masuk dan duduk di sofa ruang tamu

"Yakk kau darimana saja, hah?" Sica memukul kepala Yoona
"Aishh jinjja!! Yakk apa-apaan kau ini? Appo!!" Yoona mengerang dan memegang kepalanya, "bagaimana jika aku gegar otak, hah?"
"Hahaha maldo andwae! Kau kan sangat kuat. Eh, darimana kau dengan tuan muda itu?" Sica mentap Yoona penasaran
"Hem sungai Han, hanya berbincang-bincang saja. Oh iya dimana yang lain?"
"Di kamar Taeng eonni. Mereka sedang bermain kartu sambil berfoto-foto" Sica mengambil air putih untuknya, "Oh iya tadi Donghae menelepon kesini"
"Oh ya? Apa yang dikatakannya? Kenapa dia tidak menelepon ke ponselku?" Yoona mengerucutkan bibirnya kesal
"Kan kau sedang sibuk dengan tuan mudamu itu" Sica menjulurkan lidahnya dan segera berlari masuk ke kamar Taeyeon

Yoona segera mencari nama Lee Donghae di kontaknya dan segera menghubungi namja itu
"Yeoboseyo?"  Suara di seberang terdengar berat
"Oppa? Yakk kenapa kau tidak menelepon ke ponselku tadi?"
"Sica bilang kau sedang sibuk, jadi aku tidak ingin mengganggumu"
"Kau percaya padanya? Haah payah, lalu kapan kau akan kembali? Bogoshipo, oppa" Yoona tersenyum
"Berhentilah, kau tidak pandai ber aegyo" Donghae tertawa
"Hah? Kau sangat tidak manis!"
"Hey, aku bercanda. Nado, chagi. Nado bogoshipo" Donghae berkata lembut
"Jinjja? hem aku tidak percaya" Yoona menggigit bibir bawahnya, "Kapan kau pulang? Apa kau terlalu mencintai Jepang?"
"Ani. Aku terlalu mencintaimu bukan mencintai Jepang" Donghae tertawa lagi, "Baiklah maaf, aku tahu kau akan marah sebentar lagi, jadi mianhae chagiya"
"Yakk kau!!!" Yoona meracau kesal, "Ayolah jawab aku dengan serius
"Aku akan pulang bulan depan. Saat aku pulang, kita harus berkeliling Seoul! Ara?"
"Ne, arraseo! Ini sudah malam, aku lelah. Aku tidur ya, oppa? Kau jangan tidur terlalu larut, oppa. Jangan lupa makan, ne?"
"Ne, chagi. Annyeonghi Jumuseyo, chagi. Sarangaheyo, Yoona-ya" Yoona tersenyum
"Nado, oppa. Nado saranghae" Yoona menutup sambungan telpon dan masuk ke kamarnya untuk tidur

_TO BE CONTINUED_

Finished!! Part 2 is Finished. How? What do you think? Sorry if I have some mistake :( I hope you like it, guys and please leave a comment for me :) Thanks, and waiting for my next FF. Gomawo guys ^^
Read More

Minggu, 03 Februari 2013

[FanFiction] Why it's so difficult? Part 1

Annyeong^^ It's my first FF in this blog. Before it I made FF in aldilaseptiana.blogspot.com but I have some problem with that account so I made this Blog :) I hope you can enjoy my FF. ANd please leave comment after read it. Don't be silent reader. Thanks~ ^^
Author : Aldila Septiana @DillaSepti
Genre : Romantic, Friendship
Cast : Choi Si Won, Im Yoona, Lee Donghae, Member SNSD-Member Super Junior

Malam di musim dingin sangat menusuk tulang. Bagaimana tidak? Suhu pada malam ini mencapai -9 derajat celcius. Musim Dingin terkadang begitu menyiksa tapi juga sangat indah pada pagi hari. Dimana-mana bertebaran warna putih karena salju. Indahkan? Bayangkan saja dan kalian akan tahu bagaimana indahnya Salju itu. Yeoja itu merapatkan jaket tebalnya sekali lagi agar semakin menutupi tubuhnya dan berharap dapat menambah rasa hangat di tubuhnya.

Ia melangkahkan kakinya semakin cepat agar lebih cepat sampai di apartemennya yang sudah dekat. Apartemen dengan bangunan tinggi berwarna putih itu semakin terlihat jelas, "Yoona-ya!!!"

Yeoja itu menghentikan langkahnya dan berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya, "Sica eonni? Mwohaneungeoya?" Sica tersenyum dan merangkul Yoona, "Pulang kerja, kau pikir aku sedang apa lagi selain pulang kerja?" Yoona mengangkat bahunya "Animida"

Sica menggandeng Yoona dengan sangat bersemangat. Yoona memicingkan matanya curiga, "Eonni? Kau kenapa? Sepertinya frekuensi kebahagiaan mu melampaui batas normal" Sica menatap Yoona kesal,"Mwo? Memangnya aku tidak pernah seperti ini?" Yoona segera mengangguk mantap, "Ne!! Tidak pernah" Sica memukulkan tasnya pada pundak Yoong dan memukul pundak yoong pelan "Kau menyebalkan" Yoona segera tertawa menatap Eonninya kesal, "Yakk aku hanya bercanda! Ada apa? Kau sedang bahagia kan?" Sica segera tersenyum menatap Yoona, "Yaa, Kau memang benar. 2 hari lagi aku akan berlibur ke Jeju", "Mworago? Hanya karena itu?" Yoona menatap Sica tak percaya, "Yakk ini sangat berarti untukku. Kau tau belakangan ini aku sangat sibukkan? Jadi liburan ini sangat berarti. Dan Liburanku pun seluruhnya ditanggung perusahaanku", "Yaaaa ini baru luar biasa! Yang benar? kita harus merayakan ini, eonni. Kita harus beritahu yang lain" Yoona berlari menuju apartemen meninggalkan Sica yang mengejar dengan susah payah.
***
"Yaa chukkaeyo Sica-yaaa" Taeyeon mengangkat gelasnya tinggi-tinggi dan diikuti oleh yang lain
"Aku tak menyangka malam ini kita akan pesta besar seperti ini" Sooyoung mengunyah pizza yang penuh dimulutnya
"Kau makan terlalu bersemangat eonni" Seohyun menepuk punggung Sooyoung yang tersedak pizza, "Tapi apa tak apa kita berpesta seperti ini?"
"Yakk Seohyun-a kau jangan terlalu polos! Sica eonni sedang baik hari ini, kita harus memanfaatkannya" Yuri menyeringai seram
"Yoona-ya!! Ini semua karena kau. Ini tak ada bedanya dengan aku mengeluarkan biaya sendiri untuk berlibur ke Jeju!" Sica mengerucutkan bibirnya
"Mianhae,eonni. Tapi tak ada salahnya berbuat baik untuk para yeoja aneh seperti kami" Yoona kompak memberikan tanda untuk 7 yeoja lainnya agar memasanga wajah menyedihkan
"Bagaimana aku bisa hidup dengan manusia aneh seperti kalian?" Sica meneguk minumannya kesal. Kompak seluruh isi apartemen tersenyum senang dan kembali berpesta
'A-yo GG!! Sijjakhae bollka?' Yoona mengambil ponselnya dan mengangkat telepon tersebut
"Yeobseyo? Oppa? Wae?" Yoona menjauh dari kebisingan ruang tamu dan masuk ke kamarnya, "Ah? Ne aku akan turun sekarang. Chakkaman" Yoona menutup sambungan teleponnya dan segera
mengambil jaket berwarna Putih dan berlari ke bawah.
"Yoona-ya? Kau mau kemana?" Sica memanggilnya yang hendak membuka pintu
"Aku akan pergi sebentar" Yoona menutup pintu dan berlari ke bawah

Yoona memperlambat jalannya saat melihat punggung seorang namja bersandar pada sebuah mobil mewah berwarna hitam. Yoona berjalan pelan sembari mengatur deru nafasnya yang sempat memburu karena berlari dengan terburu-buru.
"Oppa?" Yoona menepuk punggung namja tersebut
"Kau sudah datang? Maaf aku mengganggu kegiatanmu malam-malam begini" Namja itu berbalik dan menatap Yoona
"Ah ani, gwenchana. Ada apa? Kau kenapa? Kenapa wajahmu seperti ini?" Yoona menyentuh pipi namja itu, "Siwon oppa? Gwenchanayo?"
"Ne.. Gwenchana. Aku ingin berbicara denganmu. Tapi tidak disini, bagaimana?"
"Emh ya tak apa" Yoona masuk ke dalam mobil Siwon dan Siwon segera membawa Yoona pergi ke suatu tempat _TO BE CONTINUED_


What do you think? Sorry If I make some mistake :( And please leave a comment, I'm so glad if you leave a comment for me :) Don't be a silent reader please :) Thanks~ Do you want to share it? With cr please :) Thanks~ ^^




Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© 내 세상 이야기 My World, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena