This all of my world. Just share what I want to sharing with you guys! Have fun and enjoy~

Minggu, 10 Februari 2013

[FanFiction] Why It's So Difficult Part 2

Annyeonghaseo^^
It's second time I wrote my Fan Fiction here :) I hope you like it guys. And please leave your comment after read my FF :) Don't be silent reader. Oke, Let's enjoy my FF :) Thanks, gomawo^^

Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romantic and Friendship
Language : Indonesian and little bit of Korean
Lee Donghae, Im YoonA and Choi Siwon
Cast : Choi SiWon, Im YoonA, Lee DongHae, Other Member Super Junior and Other Member SNSD

-CONTINUE from Part1-
"Gwenchanayo, Oppa-ya?" Yoona mengambil segelas kopi hangat yang diberikan Siwon
"Ani, Seperti biasa, keluargaku. Abeoji memaksaku untuk segera meneruskan perusahaannya yang ada di Amerika" Siwon menghela nafas
"Lalu?"
"Tentu aku menolaknya. Hanya saja, aku merasa tidak sopan jika membantahnya terus menerus. Selama ini ia masih diam ketika aku membantah keinginannya" Siwon terdiam, "Aku menyayanginya, tapi aku tidak bisa jika harus pergi ke Amerika, karena aku tidak ingin menjadi penerusnya. Kau mengerti kan?"
 "Aku mengerti, sangat mengerti. Karena kau selalu bercerita padaku tentang semua masalah keluargamu. Teruskan ceritamu, aku mendengarkanmu"
"Tapi semakin hari abeoji terus memaksaku. Bahkan ia terkadang berkata kasar atau memukulku. Tadi, ia berkata bahwa akan menikahkanku dengan salah seorang putri dari salah satu teman pengusahanya"
 Siwon menendang batu kerikil di depannya, "Semakin  hari tuntutannya semakin banyak dan aneh. Ah, eotteokhae, Yoona-ya?"
Yoona menepuk punggung Siwon pelan, "Bersabarlah oppa. Mungkin appamu mempunyai maksud sendiri. Tapi jika memang kau tidak ingin untuk mengikuti kemauan appamu katakan lah dengan tegas. Mianhae oppa. Aku tidak bisa banyak membantumu"

Yoona memeluk Siwon, berniat memberikan ketenangan untuk Siwon. Siwon menghela nafas panjang dan membalas pelukan Yoona. Baginya, hanya pelukan inilah yang mampu menenangkan kegundahannya saat ini, kemarin dan yang akan datang. Siwon membutuhkan Yoona, itu yang selalu dia pikirkan.
'A-yo GG!! Sijakhae bollka? Omo!' Yoona mengambil ponselnya yang berbunyi keras
"Yeoboseyo? Ne eonni?" Yoona memicingkan matanya, "Ah, mianhae, iya aku akan kembali. Ne, annyeong" Yoona memasukkan ponselnya ke saku celananya
"Nuguya?" Siwon menatap Yoona
"Hem, Taeng eonni. Ia menannyakan keberadaanku dan menyuruhku untuk segera kembali"
"Aishii, mianhae Yoona-ya. Ayo kita segera kembali" Siwon segera menyalakan mesin mobilnya dan mengantar Yoona kembali ke apartemen nya

Yoona terdiam menatap memar yang ada di wajah Siwon. Wajah tampannya tidak luntur hanya sedikit terluka. Yoona membelai pipi Siwon lembut. Siwon tersentak kaget saat Yoona menyentuh pipinya.
"Yoona-ya? Wae?" Tanyanya sedikit memalingkan wajah dari jalanan
"Ah, ani. Aku hanya prihatin dengan lukamu ini. Apa sakit? Kau harus segera mengobatinya oppa"
Siwon tersenyum dan menghentikan mobilnya di depan apartemen Yoona. Ia segera turun dan membuka kan pintu untuk Yoona.
"Biar kuantar sampai dalam" Siwon menggandeng tangan Yoona dan berjalan dalam diam menuju pintu apartemen Yoona
"Gomawo oppa" Yoona tersenyum dan hendak membuka pintu apartemennya
"Yoona-ya, mianhae, setiap ada masalah aku selalu datang padamu dan selalu menyusahkanmu. Seperti malam ini, aku tahu udara sangat dingin tapi aku malah mengajakmu keluar. Mian"
Yoona mengangguk dan tersenyum, "Gwenchana oppa" Yoona segera masuk dan duduk di sofa ruang tamu

"Yakk kau darimana saja, hah?" Sica memukul kepala Yoona
"Aishh jinjja!! Yakk apa-apaan kau ini? Appo!!" Yoona mengerang dan memegang kepalanya, "bagaimana jika aku gegar otak, hah?"
"Hahaha maldo andwae! Kau kan sangat kuat. Eh, darimana kau dengan tuan muda itu?" Sica mentap Yoona penasaran
"Hem sungai Han, hanya berbincang-bincang saja. Oh iya dimana yang lain?"
"Di kamar Taeng eonni. Mereka sedang bermain kartu sambil berfoto-foto" Sica mengambil air putih untuknya, "Oh iya tadi Donghae menelepon kesini"
"Oh ya? Apa yang dikatakannya? Kenapa dia tidak menelepon ke ponselku?" Yoona mengerucutkan bibirnya kesal
"Kan kau sedang sibuk dengan tuan mudamu itu" Sica menjulurkan lidahnya dan segera berlari masuk ke kamar Taeyeon

Yoona segera mencari nama Lee Donghae di kontaknya dan segera menghubungi namja itu
"Yeoboseyo?"  Suara di seberang terdengar berat
"Oppa? Yakk kenapa kau tidak menelepon ke ponselku tadi?"
"Sica bilang kau sedang sibuk, jadi aku tidak ingin mengganggumu"
"Kau percaya padanya? Haah payah, lalu kapan kau akan kembali? Bogoshipo, oppa" Yoona tersenyum
"Berhentilah, kau tidak pandai ber aegyo" Donghae tertawa
"Hah? Kau sangat tidak manis!"
"Hey, aku bercanda. Nado, chagi. Nado bogoshipo" Donghae berkata lembut
"Jinjja? hem aku tidak percaya" Yoona menggigit bibir bawahnya, "Kapan kau pulang? Apa kau terlalu mencintai Jepang?"
"Ani. Aku terlalu mencintaimu bukan mencintai Jepang" Donghae tertawa lagi, "Baiklah maaf, aku tahu kau akan marah sebentar lagi, jadi mianhae chagiya"
"Yakk kau!!!" Yoona meracau kesal, "Ayolah jawab aku dengan serius
"Aku akan pulang bulan depan. Saat aku pulang, kita harus berkeliling Seoul! Ara?"
"Ne, arraseo! Ini sudah malam, aku lelah. Aku tidur ya, oppa? Kau jangan tidur terlalu larut, oppa. Jangan lupa makan, ne?"
"Ne, chagi. Annyeonghi Jumuseyo, chagi. Sarangaheyo, Yoona-ya" Yoona tersenyum
"Nado, oppa. Nado saranghae" Yoona menutup sambungan telpon dan masuk ke kamarnya untuk tidur

_TO BE CONTINUED_

Finished!! Part 2 is Finished. How? What do you think? Sorry if I have some mistake :( I hope you like it, guys and please leave a comment for me :) Thanks, and waiting for my next FF. Gomawo guys ^^

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

© 내 세상 이야기 My World, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena