Annyeonghaseyo^^ How are you guys? Hm, sorry for late uploading this part. Because I'm sick. Oke Now Check it out Guys^^ Happy Reading~
Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romantic and Friendship
Language : Indonesian and a little bit of Korean
Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Lee Donghae, Member SNSD and Member Super Junior
-CONTINUE from Part2-
~Author POV~
Yoona merapikan rambutnya sekali lagi. Memastikan barang bawaannya di tas tangan warna putihnya. Setelah yakin dengan isi tasnya Yoona segera keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk mengambil segelas air
"Eonni, kau akan pergi sekarang?" Seohyun memanggil Yoona sambil memakan tomat
"Ne, Waeyo?"
"Tolong belikan aku tomat dan wortel ya. Persediaan sudah habis" Seohyun mendekat di samping Yoona, "Gomawo, eon"
"Ne cheonma. Kau akan terus berdiam diri di rumah?" Yoona mengangkat dagunya tinggi-tinggi
"Ani. Hanya sampai aku dapat pekerjaan baru" Seohyun mengerucutkan bibirnya
"Yaa terserah kau saja. Na halkae" Yoona keluar dari apartemennya dan berjalan menuju lift
Yoona menunggu beberapa saat sampai terdengar dentingan. Yoona bersiap masuk saat pintu mulai terbuka. Sambil melihat ponselnya Yoong segera masuk dan berdiri di sebelah seorang pria. Yoona membalas email dari Kim Ye Rin temannya di tempat kerja tanpa memperhatikan namja di sampingnya.
"Yakk, teruslah fokus pada ponselmu itu" Ucap namja di sebelahnya, Yoona segera mengangkat kepalanya dengan cepat
"Oppa? Kau? Kau kenapa disini? Mianhae aku tak melihatmu" Yoona segera memasukkan ponselnya ke dalam tas
"Menjemputmu. Semalam kau sudah menemaniku jadi hari ini aku akan mengantarmu" Siwon tersenyum manis
"Aishh tidak perlu. Aku masih bisa berjalan sendiri. Neon arra?" Yoona mencibir
"Tak apa, sesekali. Jam berapa kau masuk kerja?"
"Jam 8, waeyo?"
"Ani, kita beli kopi dulu, eotte?" Siwon menarik tangan Yoona untuk segera masuk ke mobilnya
Yoona melirik jam tangannya dengan cepat dan mengangguk. Siwon segera mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju sebuah cafe milik temannya. Setelah sampai, Siwon segera menggandeng Yoona dan berdiri di depan kasir.
"Siwon-a? Mwohaneungoya?" Sapa seorang namja manis dengan wajah yang sedikit misterius
"Tentu saja aku ingin membeli kopimu kan? kkk" Siwon tertawa
"Yaak aku juga tau. Tapi sudah lama kau tidak kemari. Kau mau pesan apa?"
"Sepertinya terakhir aku kesini seminggu yang lalu kan, Yesung hyung? Kau sudah lupa apa pesananku setiap pagi?" Siwon memicingkan matanya bercanda
"Americano? Lalu yeoja itu?" Yesung menatap Yoona heran
"Ah ya, kau mau apa?" Siwon beralih pada Yoona
"Emh Mocca" Yoona menunduk dan diam
"Mocca dan Americano" Siwon tersenyum pada Yesung
"Nugu-ya? Yeoja chingu? Kenapa tak kau kenalkan padaku,hah?" Yesung menyiapkan kopi pesanan Siwon
"Bukan, kau akan tau nanti" Siwon berbisik pada Yesung, "Gomawo hyung. Na halkae, aku akan kembali nanti"
Siwon memberikan Mocca pada Yoona dan masuk ke dalam mobil. Siwon menjalankan mobilnya pelan sambil menyeruput kopinya. Diam, tidak ada yang bicara dalam mobil semua terdiam sampai Siwon menghentikan mobilnya di dekat sungai Han.
~Yoona POV~
Aku mengangkat wajahku dari ponsel saat oppa mematikan mesin mobilnya. Aku segera mengedarkan pandangaku untuk meyakinkan apa yang baru kulihat. Sungai Han?
"Kenapa berhenti disini? Oppa?" aku menatap Siwon oppa heran
"Mianhae, aku harus meminjammu sebentar dari pekerjaanmu. Tak apa?" Siwon oppa menatapku
Ada apa ini? Kenapa terlihat canggung?
"Yoona-ya.. Persahabatan kita sudah sangat lama, 3 tahun. Selama itu pula aku selalu membebani mu dengan semua masalahku. Aku yang selalu menjadikanmu tempat perlindunganku. Tempat dimana aku harus bersembunyi. Tempat pertama dan terakhir yang aku tuju dalam semua masalahku. Terakhir masalahku yang kemarin. Aku sangat menyusahkanmu kan?" Ia menatapku
Matanya! Kenapa seperti itu? Aku tidak bisa menatapnya. Jantungku mulai berdegup kencang! Kenapa bisa? Seharusnya jantungku berdegup seperti ini hanya untuk Donghae Oppa! Ani. Ini tidak boleh!
"Mianhae, aku mengalah pada ayahku" Siwon membuang tatapan nya pada Sungai Han yang mengalir pelan dan tenang
"Mwo? Oppa? Jinjja? Oppa?" Aku menatapnya tak percaya
"Aku terlalu menyayanginya. Ia semakin tua. Aku akan pergi besok malam, yoona-ya. Gomawo untuk 3 tahun ini" Ia menggenggam tanganku
Aku menggeleng kuat. Aku tidak mungkin membiarkannya pergi. 3 tahun ini hanya dia yang mampu mendengarkanku. Aku pun bergantung padanya. Aku mendengarkannya karena aku ingin. Aku nyaman bersamanya seperti nyamanku pada Donghae oppa. Pandanganku mulai kabur tertutup airmata, airmata itu mulai membasahi pipiku. Berat. Tidak mungkin dan tidak bisa melepaskannya. Aku tau ini aneh tapi memang tidak bisa! Aishh jinjja! Eotteohkae?
"Yoona? Waeyo? Gwenchana" Siwon oppa memelukku, "Tak apa. Setahun sekali aku akan pulang, tenanglah"
Bagaimana kau bisa tenang? Ia tak merasakan apa yang kurasakan! Aku tau ini tidak boleh terjadi tapi hatiku sakit. Sangat sakit. Apa yang harus kulakukan?
"Yoona-ya. Dengarkan aku, aku akan terus bersamamu. Kau masih bisa mengirimiku e-mail kan? Tenanglah, kita masih bisa bertukar pikiran. Setidaknya aku tidak akan terlalu menyusahkanmu lagi kan? Ayolah berhenti. Aku tidak bisa terus melihatmu seperti ini, Yoona!"
Aku menahan tangisku, aku mengusap air mataku dengan cepat. Dadaku sesak, nafasku memburu.
"Gwenchanayo?" Aku mengangguk pelan, "Mianhae yoona. Ini pilihanku"
Aku mengangguk dan mengelap sisa air mataku dengan tisu
"Jadi ke tempat kerjamu? Kajja, aku antar sekarang" Siwon oppa menjalankan mobilnya dengan kikuk
Aku terdiam dalam perjalanan. Berusaha menahan air mataku agar tidak tumpah kembali. Karena aku tahu dia membenci yeoja yang menangis di depannya. Aku segera membuka pintu mobil saat oppa menghentikan mobilnya di sebuah restoran kecil.
"Gomawo, oppa" Aku melambai dan segera masuk tanpa menunggunya pergi terlebih dulu.
Aku segera masuk ke ruang ganti karyawan, untung restoran belum dibuka. Mungkin masalahku akan bertambah jika itu terjadi. Aku segera membuka lokerku, memasukkan tas dan mengambil baju seragamku.
"Yoona-ya? Darimana kau? Kenapa baru datang?" Ye Rin bersandar di dekat lokerku, "Yaak? Kau habis menangis? Gwencahana? Kau tidak ingin pulang saja?"
Aku menggeleng pelan, "Gwenchana" Aku seger masuk ke kamar ganti dan mengganti bajuku
****
Aku berjalan pelan keluar dari restoran tempatku bekerja. Hari sudah gelap, pukul 8 malam. Aku sedang tidak ingin segera pulang. Bebanku masih terlalu banyak. Aku segera berjalan ke supermarket dekat restoran untuk mebeli pesanan Seohyun dulu. Aku berjalan gontai mencari Wortel dan tomat pesanan Seohyun. Setelah selesai aku segera membayarnya di kasir.
"Yoona-ya?" Aku berbalik dengan malas mendengar seseorang memanggil namaku, "Mwohaneungoya?"
"Ah, oppa? Kau sudah pulang? Kenapa tidak memberitahu aku?" Aku menatap Donghae oppa tidak percaya
"Kejutan" Ia mengacak rambutku, "Kau habis kerja? Kajja kita pulang bersama"
Aku mengangguk pelan, "Aku tidak ingin pulang sekarang"
"Wae? Baiklah, kita ke taman saja" Donghae oppa merangkulku dan melangkah pelan
Aku senang Donghae oppa pulang. Sudah hampir 1 tahun dia di Jepang. Tapi, entah kenapa aku masih gelisah dengan Siwon oppa. Bagaimana ini? Apa aku berkhianat dari Donghae oppa? Apa yang harus kulakukan? Apa salah jika aku mencintai mereka berdua? Ya Tuhan, aku bingung. Aku tidak bisa memilih satu di antara mereka!
_To Be Continued_
What do you think guys? Sorry if I had some typo there :( But please leave a comment after reading. I need your voice to make a better FF :) Thanks to reading my FF, guys. Wait for next FF, guys. Maybe you have request? Just tell me :) And maybe I'll make that XD Thanks~
Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romantic and Friendship
Language : Indonesian and a little bit of Korean
![]() | |
| Lee DongHae, Im YoonA, Choi SiWon |
-CONTINUE from Part2-
~Author POV~
Yoona merapikan rambutnya sekali lagi. Memastikan barang bawaannya di tas tangan warna putihnya. Setelah yakin dengan isi tasnya Yoona segera keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk mengambil segelas air
"Eonni, kau akan pergi sekarang?" Seohyun memanggil Yoona sambil memakan tomat
"Ne, Waeyo?"
"Tolong belikan aku tomat dan wortel ya. Persediaan sudah habis" Seohyun mendekat di samping Yoona, "Gomawo, eon"
"Ne cheonma. Kau akan terus berdiam diri di rumah?" Yoona mengangkat dagunya tinggi-tinggi
"Ani. Hanya sampai aku dapat pekerjaan baru" Seohyun mengerucutkan bibirnya
"Yaa terserah kau saja. Na halkae" Yoona keluar dari apartemennya dan berjalan menuju lift
Yoona menunggu beberapa saat sampai terdengar dentingan. Yoona bersiap masuk saat pintu mulai terbuka. Sambil melihat ponselnya Yoong segera masuk dan berdiri di sebelah seorang pria. Yoona membalas email dari Kim Ye Rin temannya di tempat kerja tanpa memperhatikan namja di sampingnya.
"Yakk, teruslah fokus pada ponselmu itu" Ucap namja di sebelahnya, Yoona segera mengangkat kepalanya dengan cepat
"Oppa? Kau? Kau kenapa disini? Mianhae aku tak melihatmu" Yoona segera memasukkan ponselnya ke dalam tas
"Menjemputmu. Semalam kau sudah menemaniku jadi hari ini aku akan mengantarmu" Siwon tersenyum manis
"Aishh tidak perlu. Aku masih bisa berjalan sendiri. Neon arra?" Yoona mencibir
"Tak apa, sesekali. Jam berapa kau masuk kerja?"
"Jam 8, waeyo?"
"Ani, kita beli kopi dulu, eotte?" Siwon menarik tangan Yoona untuk segera masuk ke mobilnya
Yoona melirik jam tangannya dengan cepat dan mengangguk. Siwon segera mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju sebuah cafe milik temannya. Setelah sampai, Siwon segera menggandeng Yoona dan berdiri di depan kasir.
"Siwon-a? Mwohaneungoya?" Sapa seorang namja manis dengan wajah yang sedikit misterius
"Tentu saja aku ingin membeli kopimu kan? kkk" Siwon tertawa
"Yaak aku juga tau. Tapi sudah lama kau tidak kemari. Kau mau pesan apa?"
"Sepertinya terakhir aku kesini seminggu yang lalu kan, Yesung hyung? Kau sudah lupa apa pesananku setiap pagi?" Siwon memicingkan matanya bercanda
"Americano? Lalu yeoja itu?" Yesung menatap Yoona heran
"Ah ya, kau mau apa?" Siwon beralih pada Yoona
"Emh Mocca" Yoona menunduk dan diam
"Mocca dan Americano" Siwon tersenyum pada Yesung
"Nugu-ya? Yeoja chingu? Kenapa tak kau kenalkan padaku,hah?" Yesung menyiapkan kopi pesanan Siwon
"Bukan, kau akan tau nanti" Siwon berbisik pada Yesung, "Gomawo hyung. Na halkae, aku akan kembali nanti"
Siwon memberikan Mocca pada Yoona dan masuk ke dalam mobil. Siwon menjalankan mobilnya pelan sambil menyeruput kopinya. Diam, tidak ada yang bicara dalam mobil semua terdiam sampai Siwon menghentikan mobilnya di dekat sungai Han.
~Yoona POV~
Aku mengangkat wajahku dari ponsel saat oppa mematikan mesin mobilnya. Aku segera mengedarkan pandangaku untuk meyakinkan apa yang baru kulihat. Sungai Han?
"Kenapa berhenti disini? Oppa?" aku menatap Siwon oppa heran
"Mianhae, aku harus meminjammu sebentar dari pekerjaanmu. Tak apa?" Siwon oppa menatapku
Ada apa ini? Kenapa terlihat canggung?
"Yoona-ya.. Persahabatan kita sudah sangat lama, 3 tahun. Selama itu pula aku selalu membebani mu dengan semua masalahku. Aku yang selalu menjadikanmu tempat perlindunganku. Tempat dimana aku harus bersembunyi. Tempat pertama dan terakhir yang aku tuju dalam semua masalahku. Terakhir masalahku yang kemarin. Aku sangat menyusahkanmu kan?" Ia menatapku
Matanya! Kenapa seperti itu? Aku tidak bisa menatapnya. Jantungku mulai berdegup kencang! Kenapa bisa? Seharusnya jantungku berdegup seperti ini hanya untuk Donghae Oppa! Ani. Ini tidak boleh!
"Mianhae, aku mengalah pada ayahku" Siwon membuang tatapan nya pada Sungai Han yang mengalir pelan dan tenang
"Mwo? Oppa? Jinjja? Oppa?" Aku menatapnya tak percaya
"Aku terlalu menyayanginya. Ia semakin tua. Aku akan pergi besok malam, yoona-ya. Gomawo untuk 3 tahun ini" Ia menggenggam tanganku
Aku menggeleng kuat. Aku tidak mungkin membiarkannya pergi. 3 tahun ini hanya dia yang mampu mendengarkanku. Aku pun bergantung padanya. Aku mendengarkannya karena aku ingin. Aku nyaman bersamanya seperti nyamanku pada Donghae oppa. Pandanganku mulai kabur tertutup airmata, airmata itu mulai membasahi pipiku. Berat. Tidak mungkin dan tidak bisa melepaskannya. Aku tau ini aneh tapi memang tidak bisa! Aishh jinjja! Eotteohkae?
"Yoona? Waeyo? Gwenchana" Siwon oppa memelukku, "Tak apa. Setahun sekali aku akan pulang, tenanglah"
Bagaimana kau bisa tenang? Ia tak merasakan apa yang kurasakan! Aku tau ini tidak boleh terjadi tapi hatiku sakit. Sangat sakit. Apa yang harus kulakukan?
"Yoona-ya. Dengarkan aku, aku akan terus bersamamu. Kau masih bisa mengirimiku e-mail kan? Tenanglah, kita masih bisa bertukar pikiran. Setidaknya aku tidak akan terlalu menyusahkanmu lagi kan? Ayolah berhenti. Aku tidak bisa terus melihatmu seperti ini, Yoona!"
Aku menahan tangisku, aku mengusap air mataku dengan cepat. Dadaku sesak, nafasku memburu.
"Gwenchanayo?" Aku mengangguk pelan, "Mianhae yoona. Ini pilihanku"
Aku mengangguk dan mengelap sisa air mataku dengan tisu
"Jadi ke tempat kerjamu? Kajja, aku antar sekarang" Siwon oppa menjalankan mobilnya dengan kikuk
Aku terdiam dalam perjalanan. Berusaha menahan air mataku agar tidak tumpah kembali. Karena aku tahu dia membenci yeoja yang menangis di depannya. Aku segera membuka pintu mobil saat oppa menghentikan mobilnya di sebuah restoran kecil.
"Gomawo, oppa" Aku melambai dan segera masuk tanpa menunggunya pergi terlebih dulu.
Aku segera masuk ke ruang ganti karyawan, untung restoran belum dibuka. Mungkin masalahku akan bertambah jika itu terjadi. Aku segera membuka lokerku, memasukkan tas dan mengambil baju seragamku.
"Yoona-ya? Darimana kau? Kenapa baru datang?" Ye Rin bersandar di dekat lokerku, "Yaak? Kau habis menangis? Gwencahana? Kau tidak ingin pulang saja?"
Aku menggeleng pelan, "Gwenchana" Aku seger masuk ke kamar ganti dan mengganti bajuku
****
Aku berjalan pelan keluar dari restoran tempatku bekerja. Hari sudah gelap, pukul 8 malam. Aku sedang tidak ingin segera pulang. Bebanku masih terlalu banyak. Aku segera berjalan ke supermarket dekat restoran untuk mebeli pesanan Seohyun dulu. Aku berjalan gontai mencari Wortel dan tomat pesanan Seohyun. Setelah selesai aku segera membayarnya di kasir.
"Yoona-ya?" Aku berbalik dengan malas mendengar seseorang memanggil namaku, "Mwohaneungoya?"
"Ah, oppa? Kau sudah pulang? Kenapa tidak memberitahu aku?" Aku menatap Donghae oppa tidak percaya
"Kejutan" Ia mengacak rambutku, "Kau habis kerja? Kajja kita pulang bersama"
Aku mengangguk pelan, "Aku tidak ingin pulang sekarang"
"Wae? Baiklah, kita ke taman saja" Donghae oppa merangkulku dan melangkah pelan
Aku senang Donghae oppa pulang. Sudah hampir 1 tahun dia di Jepang. Tapi, entah kenapa aku masih gelisah dengan Siwon oppa. Bagaimana ini? Apa aku berkhianat dari Donghae oppa? Apa yang harus kulakukan? Apa salah jika aku mencintai mereka berdua? Ya Tuhan, aku bingung. Aku tidak bisa memilih satu di antara mereka!
_To Be Continued_
What do you think guys? Sorry if I had some typo there :( But please leave a comment after reading. I need your voice to make a better FF :) Thanks to reading my FF, guys. Wait for next FF, guys. Maybe you have request? Just tell me :) And maybe I'll make that XD Thanks~

0 komentar:
Posting Komentar