Annyeonghaseyo guys^^ First I want to say thanks to read my previous FF :) But please leave a comment :( So I can know what do you think about my FF. Is that great? Bad or what. Oke? So please leave a comment :) And now, Guys. This is the part 4, yeaay. I hope you can enjoy my FF. oke? Check it out and don't forget leave the comment after reading. Happy reading guys~
Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romantic and Friendship
Language : Indonesian and a little bit of Korean
Cast : Im YoonA, Lee Donghae, Choi Siwon, Other SNSD member and Super Junior Member
-Continue From Part 3-
-Donghae POV-
Aku merangkulnya erat. Aku merindukannya. Sangat merindukannya. Yeoja cantik yang telah mengisi hatiku selama 1,5 tahun. Dan yeoja yang telah kutinggalkan selama 1 tahun. Aku sangat merindukan setiap detik bersamanya seperti saat ini. Aku selalu merindukan cahaya dari matanya, senyumnya yang selalu mengembang indah. Tapi, entah mengapa hari ini aku tak melihat semua itu. Ia tersenyum tapi tak memancarkan matahari. Matanya bersinar tapi tak memancarkan sinar bintang.
Ya tuhan, apa yang terjadi pada gadisku? Aku bertahan hidup seperti ini hanya untuk dirinya. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk melakukan apapun untuknya. Apa yang terjadi padanya?
"Hm, kau sudah makan malam?" Aku mengelus rambutnya lembut
"Belum, tapi aku tidak lapar" Ia menatap ujung sepatunya
"Wae? Ada masalah? Ceritakan padaku" Ia terdiam, dan tak lama pundaknya bergetar. Ia menangis? Benar dugaanku, ia memiliki sebuah masalah. Aku tak tega melihatnya seperti ini
"Waeyo chagi? Jangan menangis. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini. Jangan seperti ini, aku tidak bisa melihatmu menangis, chagi"
Hatiku hancur, sakit. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama kami tidak bertemu, dan di pertemuan pertama kami orang yang kucintai menangis di hadapanku. Apa yang harus kulakukan? Aku memeluknya erat, berusaha memberikan kekuatan padanya. Entah apa masalahnya dan apakah dia akan menceritakannya padaku atau tidak, yang terpenting ia tidak menangis. Aku ingin kembali melihat senyumnya. Karena aku mencintainya, sangat mencintainya.
-Yoona POV-
"Wae? Ada masalah? Ceritakan padaku" Oppa tersenyum, kenapa disaat seperti ini dia tersenyum? Kenapa ia tetap mencintaiku? Kenapa ia tetap memperhatikanku?
Aku tidak pantas mendapatkan semua itu darinya. Aku telah mengkhianatinya. Aku jahat karena ternyata aku memang mencintai Siwon oppa. Aku tidak bisa memilih diantara mereka. Perhatiannya semakin menyesakkan hatiku. Hatiku semakin terasa sakit menerima kenyataan ini. Kegelisahanku memuncak, air mata mulai memenuhi pelupuk mataku. Aku berusaha menahannya tapi percuma. Air mata ini terlalu kuat. Pundakku mulai berguncang.
"Waeyo chagi? Jangan Menangis. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini. Jangan seperti ini, aku tidak bisa melihatmu menangis, chagi"
Ia masih mencintaiku? Ya tuhan, betapa jahatnya aku. Aku mengkhianatinya. Dadaku sesak dan semakin sakit
"Oppa...Aku mau pulang saja" Aku mengelap air mataku, "Maaf membuatmu khawatir"
"Biar ku antar" Oppa menahanku, aku menggeleng pelan
"Kau pulang saja, oppa. Kau pasti lelah kan baru sampai?" Aku memaksakan seulas senyuman, "Jaljayo oppa"
Aku tersenyum dan segera berjalan menjauh darinya. Aku tidak bisa membiarkannya terus melihatku menangis. Oppa, maafkan aku yang tidak menggunakan kepercayaan mu dengan baik. Mianhae, oppa. Tapi, Siwon oppa yang menemaniku saat kau tidak ada. Ya tuhan, apa ini? Kenapa sangat sulit? Siapa yang harus ku pilih, tuhan?
_To be continued_
Yapp Part 4 is finished. What do you think guys? Sorry if I have a mistake there ^^ But thanks to reading my FF. And I hope you want to give me your comment. To make me give up :) Hm.. This story will be end in the Part 5. So waiting for that part, guys~ Thank you so much :* Pai paiii
Author : Aldila Septiana (@DillaSepti)
Genre : Romantic and Friendship
Language : Indonesian and a little bit of Korean
![]() |
| Lee Donghae, Im YoonA, Choi Siwon |
-Continue From Part 3-
-Donghae POV-
Aku merangkulnya erat. Aku merindukannya. Sangat merindukannya. Yeoja cantik yang telah mengisi hatiku selama 1,5 tahun. Dan yeoja yang telah kutinggalkan selama 1 tahun. Aku sangat merindukan setiap detik bersamanya seperti saat ini. Aku selalu merindukan cahaya dari matanya, senyumnya yang selalu mengembang indah. Tapi, entah mengapa hari ini aku tak melihat semua itu. Ia tersenyum tapi tak memancarkan matahari. Matanya bersinar tapi tak memancarkan sinar bintang.
Ya tuhan, apa yang terjadi pada gadisku? Aku bertahan hidup seperti ini hanya untuk dirinya. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk melakukan apapun untuknya. Apa yang terjadi padanya?
"Hm, kau sudah makan malam?" Aku mengelus rambutnya lembut
"Belum, tapi aku tidak lapar" Ia menatap ujung sepatunya
"Wae? Ada masalah? Ceritakan padaku" Ia terdiam, dan tak lama pundaknya bergetar. Ia menangis? Benar dugaanku, ia memiliki sebuah masalah. Aku tak tega melihatnya seperti ini
"Waeyo chagi? Jangan menangis. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini. Jangan seperti ini, aku tidak bisa melihatmu menangis, chagi"
Hatiku hancur, sakit. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama kami tidak bertemu, dan di pertemuan pertama kami orang yang kucintai menangis di hadapanku. Apa yang harus kulakukan? Aku memeluknya erat, berusaha memberikan kekuatan padanya. Entah apa masalahnya dan apakah dia akan menceritakannya padaku atau tidak, yang terpenting ia tidak menangis. Aku ingin kembali melihat senyumnya. Karena aku mencintainya, sangat mencintainya.
-Yoona POV-
"Wae? Ada masalah? Ceritakan padaku" Oppa tersenyum, kenapa disaat seperti ini dia tersenyum? Kenapa ia tetap mencintaiku? Kenapa ia tetap memperhatikanku?
Aku tidak pantas mendapatkan semua itu darinya. Aku telah mengkhianatinya. Aku jahat karena ternyata aku memang mencintai Siwon oppa. Aku tidak bisa memilih diantara mereka. Perhatiannya semakin menyesakkan hatiku. Hatiku semakin terasa sakit menerima kenyataan ini. Kegelisahanku memuncak, air mata mulai memenuhi pelupuk mataku. Aku berusaha menahannya tapi percuma. Air mata ini terlalu kuat. Pundakku mulai berguncang.
"Waeyo chagi? Jangan Menangis. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini. Jangan seperti ini, aku tidak bisa melihatmu menangis, chagi"
Ia masih mencintaiku? Ya tuhan, betapa jahatnya aku. Aku mengkhianatinya. Dadaku sesak dan semakin sakit
"Oppa...Aku mau pulang saja" Aku mengelap air mataku, "Maaf membuatmu khawatir"
"Biar ku antar" Oppa menahanku, aku menggeleng pelan
"Kau pulang saja, oppa. Kau pasti lelah kan baru sampai?" Aku memaksakan seulas senyuman, "Jaljayo oppa"
Aku tersenyum dan segera berjalan menjauh darinya. Aku tidak bisa membiarkannya terus melihatku menangis. Oppa, maafkan aku yang tidak menggunakan kepercayaan mu dengan baik. Mianhae, oppa. Tapi, Siwon oppa yang menemaniku saat kau tidak ada. Ya tuhan, apa ini? Kenapa sangat sulit? Siapa yang harus ku pilih, tuhan?
_To be continued_
Yapp Part 4 is finished. What do you think guys? Sorry if I have a mistake there ^^ But thanks to reading my FF. And I hope you want to give me your comment. To make me give up :) Hm.. This story will be end in the Part 5. So waiting for that part, guys~ Thank you so much :* Pai paiii

0 komentar:
Posting Komentar